Sudah Punya Emas Belum?

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 30 Jul 2020 15:14 WIB
Harga emas batangan atau Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini dijual Rp 654.000 per gram.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Ada beragam macam-macam cara investasi emas, mulai dari investasi emas fisik, nabung emas, arisan emas hingga trading emas. Untuk pemula, bisa memulai di semua jenis investasi tersebut. Namun ada tips dan trik yang harus dipahami agar bisa untung maksimal.

Untuk investasi emas fisik, bisa untung besar bila langsung membeli dalam jumlah besar di saat harganya sedang relatif rendah. Lalu, menjual kembali di saat harganya mencapai level tertinggi.

"Membeli emas saat harganya relatif murah, dijual saat harganya relatif tinggi," ujar Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi kepada detikcom, Kamis (30/7/2020).

Lalu, untuk menabung emas pun konsepnya serupa, mencairkan di saat harganya sudah mencapai level tertinggi. Agar memaksimalkan keuntungan lebih baik tidak perlu dicetak dalam bentuk fisik, langsung saja cairkan jadi uang.

"Ia tidak perlu dicetak dalam bentuk fisik langsung saja cairkan tabungan emasnya," tambahnya.

Sedangkan, untuk arisan emas, nasabah harus punya dana lebih untuk mengikuti perubahan harga emas setiap bulannya. Untuk memaksimalkan keuntungan, setelah memperoleh emas hasil arisan, sebaiknya disimpan dalam jangka lama dan dijual ketika harganya melebihi modal yang kita keluarkan selama melakukan arisan emas.

Terakhir, untuk trading emas, ada baiknya tidak dilakukan dengan cara menghabiskan seluruh dana yang dimiliki ke aset tersebut. Investasikan dana sebagian saja. Mengingat risikonya kerugiannya juga sangat tinggi.

"Untuk pemula tentu harus konsultasi dulu kalau mau mulai trading emas bisa ke analis, trader. Lalu, jangan coba-coba kalau uangnya pas-pasan, kalau punya kelebihan uang barulah, misal punya uang Rp 20 juta, kalau bisa hanya Rp 1 juta dulu yang ditransaksikan, hanya 10% nya lah maksimal, jangan semuanya," terangnya.

Dilihat dari sisi profil risiko dan kemampuan investornya, investasi emas yang aman untuk jangka panjang tentu dalam bentuk emas fisik. Namun, bila mengejar keuntungan besar maka pilihlah trading. Sedangkan untuk keterjangkauannya, nabung emas tentu menjadi pilihan yang tepat.

"Untuk yang gajinya kecil bisa mulai dengan nabung emas, nanti dicicil hingga akhirnya bisa beli emas dalam berat yang lebih besar, investasi yang bagus itu emang membeli emas, yang kedua itu membeli secara mencicil, lalu terakhir itu arisan, tapi yang saya rekomendasikan itu yang beli dan nabung emas tadi," pungkasnya.



Simak Video "Milenial Investasi Emas, Siapa Takut?"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)