Resesi Adalah...

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 06 Agu 2020 10:28 WIB
Jalan Sudirman Thamrin terpantau masih kosong saat lebaran H+1 Idul Fitri 1441 H, Jakarta, Senin (25/5/2020). Ari Saputra/detikcom
Ilustrasi Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Resesi menjadi kata yang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini. Sebenarnya apa sih resesi itu?

Resesi adalah situasi yang terjadi ketika produk domestik bruto (PDB) atau pertumbuhan ekonomi suatu negara negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Jika dalam kuartal berikutnya ekonomi tetap negatif, maka resesi berlanjut. Sebuah negara berhasil keluar dari resesi ketika ekonominya sudah bisa tumbuh positif lagi.

Nah, Indonesia sudah hampir masuk ke resesi nih. Pasalnya, di kuartal II-2020, ekonomi Indonesia minus -5,32% dibandingkan posisi yang sama tahun lalu.

Jika di kuartal III-2020 ekonomi kembali minus, maka Indonesia resmi masuk resesi. Mudah-mudahan pemerintah bisa membuat gebrakan selama tiga bulan ke depan supaya resesi tidak terjadi.

Beda Resesi dengan Krisis dan Depresi

Jangan sampai salah mengerti, resesi ekonomi beda dengan krisis, apalagi dengan depresi ekonomi. Krisis adalah keadaan yang mengacu pada penurunan kondisi ekonomi drastis yang terjadi di sebuah negara.

Penyebab krisis ekonomi adalah fundamental ekonomi yang rapuh antara lain tercermin dari laju inflasi tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang macet.

Penyebabnya juga dikarenakan beban utang luar negeri yang melimpah dan melebihi kemampuan bayar, investasi yang tidak efisien, defisit neraca pembayaran yang besar dan tidak terkontrol.

Gejala krisis ekonomi biasanya didahului oleh penurunan kemampuan belanja pemerintah, jumlah pengangguran melebihi 50% dari jumlah tenaga kerja, penurunan konsumsi atau daya beli rendah, kenaikan harga bahan pokok yang tidak terbendung, penurunan pertumbuhan ekonomi yang berlangsung drastis dan tajam, dan penurunan nilai tukar yang tajam dan tidak terkontrol.

Krisis ekonomi biasanya mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran, angka pengangguran naik, pemerintah kesulitan membiayai belanja, dan harga kebutuhan naik tajam.

Lanjut ke halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2