Ada Diskon Gede-gedean, Jangan Malah Borong Barang Impor

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 10 Agu 2020 11:02 WIB
Pengunjung pusat perbelanjaan Senayan City memadati mal tersebut untuk berburu barang dalam ajang Midnight Sale, Jakarta, Jumat (1/6/2018) malam. Untuk meramaikan puasa di bulan Ramadan 2018 dan jelang Lebaran, sejumlah mal di Jakarta pun menggelar midnight sale. Grandyos Zafna/detikcom

Setiap mal pun menawarkan program diskon yang menggiurkan. Berbagai benda dan barang kebutuhan sehari-hari, kebutuhan liburan, sampai kebutuhan Lebaran tak ketinggalan mendapat sale sampai dengan 70 persen lebih.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Diskon besar-besaran lewat ajang Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) 2020 diyakini dapat meningkatkan konsumsi rumah tangga yang sempat loyo akibat pandemi COVID-19. Meski dampaknya terbilang terbatas namun setidaknya dapat mencegah ekonomi minus sedalam capaian kuartal II-2020.

Agar diskon gede-gedean ini bisa mendongkrak konsumsi yang berujung pada pertumbuhan ekonomi, masyarakat diminta untuk belanja produk dalam negeri. Belanja produk buatan dalam negeri juga bisa membantu pelaku UMKM bertahan di tengah pandemi.

"UMKM menyumbang sekitar 50% dari PDB Indonesia. Di samping itu membeli barang-barang UMKM bisa membantu mereka memperbaiki cashflow mereka," kata ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet kepada detikcom, Senin (10/8/2020).

Bila sulit menemukan produk UMKM saat berbelanja di pusat perbelanjaan, masyarakat bisa berbelanja lewat e-commerce. Untuk itu, peran e-commerce juga penting agar lebih aktif mempromosikan produk UMKM daripada produk impor.

"Namun tentu jika berbelanja offline akan lebih sulit menemukan toko spesifik UMKM. Oleh karena itu, kuncinya ada di belanja online, para e-commerce mungkin bisa membantu dengan promosi ke halaman utama aplikasi produk-produk UMKM untuk muncul lebih sering," tambahnya.

Bahaya Borong Barang Impor

Masyarakat disarankan untuk menahan diri untuk tak memborong produk impor terlebih dahulu. Sebab, bisa berpengaruh pada neraca dagang.

"Impor terutama untuk barang konsumsi memang akan berdampak neraca dagang," imbuhnya.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira menambahkan, masyarakat yang konsumtif terhadap barang impor bisa mengancam stabilitas rupiah.

"Dampaknya tentu negatif ke neraca dagang, kemudian ke stabilitas rupiah dalam jangka pendek maupun panjang. Setiap impor produk dari luar negeri kan gunakan valas, artinya permintaan dolar akan naik dan rugikan rupiah," kata Bhima.

Untuk itu, Bhima menyarankan hal yang sama ke masyarakat agar mulai melirik produk dalam negeri atau UMKM.

"Kalau produk UMKM yang dominan tentu bisa gerakkan ekonomi. Karena setiap krisis, motor utama pemulihannya adalah UMKM," pungkasnya.

HBDI yang akan dilaksanakan pada 14-30 Agustus mendatang merupakan acara tahunan yang diadakan setiap menjelang perayaan HUT RI. Tahun ini, HBDI menawarkan berbagai penawaran menggiurkan, mulai dari diskon hingga 75%, potongan belanja Rp 75.000, buy 1 get 1, dan sebagainya.



Simak Video "Sayang Banget, Mobil-mobil Ini Nggak Dapat Diskon PPnBM Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)