Biaya Pengadaan Vaksin Corona Tahun Depan Tembus Rp 50 T

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 12 Agu 2020 18:40 WIB
Upaya untuk memproduksi vaksin virus Corona terus dilakukan. Gedung 43 pun rencananya akan dijadikan tempat produksi vaksin COVID-19 di Bandung.
Foto: Yudha Maulana
Jakarta -

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemerintah akan menyiapkan Rp 5 triliun untuk pendanaan pengadaan vaksin virus Corona. Dana itu akan meningkat hingga Rp 50 triliun di tahun depan.

Dia mengatakan vaksin merah putih Januari tahun depan sudah bisa digunakan masyarakat. Pemerintah menurutnya sudah menyiapkan 40 juta vaksin di Bio Farma.

"Program vaksin merah putih, diharapkan Januari sudah ada vaksinnya untuk dilaksanakan di masyarakat. Kami pemerintah akan anggarkan untuk penyediaan vaksin 30-40 juta di Bio Farma," ujar Airlangga dalam Rakernas Virtual Apindo, Rabu (12/8/2020).

"Pendanaannya Rp 5 triliun tahun ini, tahun depan mungkin bisa Rp 40-50 triliun," katanya.

Dia menjelaskan saat ini Bio Farma dan perusahaan asal China, Sinovac masih melakukan uji klinis fase III kepada 1.600 orang di Bandung. Rencananya uji coba akan selesai September kemudian di bulan Oktober bisa melakukan produksi.

Dari paparannya, Bio Farma, juga bekerja sama dengan Coalition for Epidemic Preparedness Innovation (CEPI) untuk melakukan transfer teknologi formulasi vaksin.

Kemudian ada juga, PT Kalbe Farma yang tengah bekerja sama dengan Genexine Consortium asal Korea Selatan.

Kerja sama uji klinis vaksin fase 3 akan dilakukan September 2020-Maret 2021 mendatang. Ditargetkan dari kerja sama ini bisa memproduksi hingga 50 juta dosis vaksin per tahun.



Simak Video "BPOM Sebut UEA Siap Sediakan Vaksin COVID-19 untuk Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)