Luhut Sebut Ada Potensi Pariwisata Rp 217 T yang Tertahan Corona

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 12 Agu 2020 19:05 WIB
Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan saat wawancara untuk detikcom di acara Blak-blakan, Kamis (19/7).
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan ada potensi belanja sektor pariwisata yang tertahan akibat pandemi virus Corona atau COVID-19. Jumlahnya diperkirakan mencapai US$ 15 miliar setara Rp 217 triliun (kurs Rp 14.500) dari berbagai kegiatan perjalanan.

"Saat ini kan belum ada umroh, belum ada haji, belum ada berobat ke luar negeri, belum ada perjalanan dinas ke luar negeri. Kita simpan potensi lebih dari US$ 15 miliar yang ada dana itu dalam negeri. Kalau harus kita gerakan ekonomi domestik kita dengan turis domestik, tentu itu sangat membantu kita semua," ujar Luhut dalam webinar Pariwisata, Rabu (12/8/2020).

Ia optimistis saat sektor pariwisata dibuka, maka perputaran uang juga akan kembali terjadi. Sebelumnya ada beberapa daerah yang diizinkan membuka kembali kawasan wisatanya. Salah satunya seperti Bali yang sudah dibuka sejak 31 Juli, termasuk juga kawasan wisata Banyuwangi, Jawa Timur.

"Dengan adanya turis lokal akan bantu pergerakan ekonomi kita. Di Bali dan Banyuwangi hasilnya sangat menggembirakan sampai hari ini. Banyuwangi kelihatan sekali turisnya sangat tertib, Bali pun demikian, sehingga ekonomi berjalan," timpalnya.

Sayangnya, untuk beberapa waktu ke depan, jenis wisatawan yang baru bisa diandalkan hanya dari dalam negeri. Sedangkan wisatawan asing masih harus dilakukan penyesuaian yang matang. Sebab, jika diizinkan buka untuk banyak tempat dalam waktu yang cepat tentu sangat berisiko.

"Indonesia punya potensi wisatawan domestik besar dengan 300 juta perjalanan tiap tahun atau 2019. 2020-2021 penggerak wisatawan dari domestik, ini yang relatif kita dorong," pungkasnya.



Simak Video "Tinjau Penanganan Covid-19 PMI, Luhut Bahas Vaksinasi Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)