10 Juta Keluarga Bakal Dapat Bantuan Beras Selama 3 Bulan

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 13 Agu 2020 23:13 WIB
beras di pasar cipinang
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Perum Bulog kembali ditugaskan pemerintah menggelontorkan beras untuk program bantuan sosial (Bansos). Bansos tersebut untuk Program Keluarga Harapan (PKH) yang disalurkan kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selama 3 bulan ke depan.

"Alhamdulillah dalam waktu dekat mungkin 23 Agustus kami ditugaskan pemerintah mengeluarkan stok untuk bantuan sosial dalam rangka pandemi COVID-19 untuk 10 juta KPM PKH," ungkap Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Tri Wahyudi Saleh dalam webinar Sekolah Politik Indonesia, Kamis (13/8/2020).

Stok yang akan digelontorkan sebanyak 460.000 ton senilai Rp 4,6 triliun yang akan dibayar pemerintah. Sehingga per KPM memperoleh 15 kilogram (kg) beras.

"Per KPM itu 15 kg selama 3 bulan. Dalam waktu dekat kami akan bisa mengeluarkan sekitar 460.000 ton," terang Tri.

Menurut Tri, Bulog menargetkan penyaluran cadangan beras pemerintah (CBP) hingga 900.000 ton sampai akhir 2020. Meski penugasannya masih jauh dari target, namun sudah dinanti-nanti Bulog agar stok beras di gudang bisa dikeluarkan.

"Sehingga stok Bulog bisa revolving. Yang lama bisa keluar, kemudian kami beli yang baru. Sehingga ini sangat membantu sekali. Target kami adalah 900.000 ton sampai dengan Desember. Tapi pemerintah baru mengadakan sekitar 460.000 ton, itu sekitar Rp 4,6 triliun untuk mengeluarkan stok yang sampai dengan bulan September," jelas dia.

Pasalnya, Bulog mengalami kesulitan untuk mendistribusikan berasnya. Apalagi ketika pemerintah mengganti program Rastra, di mana Bulog sebagai pemasok tunggal, dengan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang menggunakan skema pasar bebas. Padahal, setiap tahun Bulog selalu ditugaskan menyerap beras 1-1,5 juta ton.

"Alhamdulillah pemerintah sudah merespons kesulitan Bulog. Bulog memiliki 1,4 juta ton, itu kami kesulitan untuk melakukan distribusi," tutur Tri.



Simak Video "Tak Hanya Bahan Pokok, Beras Jadi Suvenir di Italia"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)