Elon Musk Punya Harta Hampir Rp 1.000 T, Uangnya Buat Beli Apa?

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 19 Agu 2020 10:58 WIB
Elon Musk founder, CEO, and chief engineer/designer of SpaceX speaks during a news conference after a Falcon 9 SpaceX rocket test flight to demonstrate the capsules emergency escape system at the Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Fla., Sunday, Jan. 19, 2020. (AP Photo/John Raoux)
Foto: AP
Jakarta -

Harta bos perusahaan mobil listrik Tesla, Elon Musk melonjak di 2020 meski di tengah krisis pandemi COVID-19. Ia menjadi orang terkaya nomor 4 di dunia setelah saham Tesla naik empat kali lipat serta bisnis luar angkasanya, SpaceX yang berhasil mengirim astronot NASA ke stasiun luar angkasa.

Dari urutan orang terkaya dunia, Elon Musk berada tepat di bawah pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Secara total kekayaan bersih Musk diperkirakan US$ 66,7 miliar setara Rp 984 triliun (kurs 14.700). Punya harta sebanyak itu, apa yang dilakukan Elon Musk dengan uangnya, ya?

Mengikutip CNBC, Rabu (19/8/2020), Elon Musk kini cukup aktif menggerakkan uangnya di bidang properti. Awal Mei melalui akun Twitternya Musk menuliskan akan menjual semua aset fisiknya.

Menurut laporan The Wall Street Journal, terbukti pada Juni lalu salah satu asetnya, rumah di Bel Air Los Angeles dijual seharga US$ 29 juta (Rp 428 miliar) kepada seorang miliarder teknologi China, CEO NetEase.com William Ding.

Berdasarkan perkiraan, Elon Musk masih memiliki setidaknya empat properti di wilayah Los Angeles yang nilainya hampir US$ 40 juta (Rp 590 miliat). Itu termasuk properti 33.976 kaki atau 3149 meter persegi senilai US$ 5 juta (Rp 73 miliar) dan properti 1.540 kaki atau 143 meter persegi senilai US$ 850 ribu (Rp 12 miliar).

Sebagai bos produsen mobil, kendaraan yang sering Musk gunakan yakni Tesla Model S. Performance dan Cybertruck. Meski sering menggunakan mobil listrik Musk juga memiliki mobil mewah berbahan bakar bensin. Di antaranya Ford Model T 1920 dan Jaguar Series 1 1967 E-type Roadster.

Dalam berinvestasi Elon Musk mungkin lebih sering menghabiskan uangnya di perusahaan miliknya. Namun, siapa sangka pada 2015, Musk bergabung dengan wirausahawan lainnya untuk berkontribusi US$ 1 miliar (Rp 14 triliun) untuk mendanai lab penelitian kecerdasan buatan OpenAI.

Tidak hanya berbisnis, Elon Musk juga aktif menyumbang sebagian kekayaannya untuk beramal ke yayasan kemanusiaan. Pada 2012, Musk bergabung dengan Warren Buffett dan Bill Gates di program The Giving Pledge. Program itu dimaksud menyumbangkan sebagian besar kekayaan para miliarder untuk tujuan amal selama hidupnya.

Pada 2015, Elon Musk memberikan US$ 10 juta (Rp 147 miliar) kepada Future of Life Institute, yang bertujuan untuk memastikan teknologi kecerdasan buatan bermanfaat bagi kemanusiaan. Selanjutnya, pada 2016 dia dilaporkan menyumbangkan saham Tesla senilai US$ 255 juta (Rp 3,3 triliun) ke yayasan amalnya sendiri, yang disebut Yayasan Musk.



Simak Video "Elon Musk Geser Bill Gates Sebagai Orang Terkaya Kedua di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)