Anak Buah Minta Laptop, Sri Mulyani Langsung Bilang Begini

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 19 Agu 2020 23:25 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melantik pejabat eselon II
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Dok. Kementerian Keuangan
Jakarta -

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) malam ini menggelar Town Hall Meeting secara virtual. Pertemuan itu merupakan ajang diskusi para jajaran Kemenkeu dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Dalam meeting tersebut, seorang pegawai Kemenkeu tepatnya dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) yang bernama Yusman menyampaikan usulan kepada Sri Mulyani untuk menambahkan fasilitas laptop kepada para pegawai Kemenkeu untuk menunjang aktivitas selama bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

"Untuk menunjang flexible working space itu sebaiknya pegawai itu mendapatkan laptop dengan standar yang cukup, tidak usah terlalu bagus spesifikasinya, cukup harga Rp 6-8 juta. Ini untuk menambah realisasi DIPA yang saat ini kami melihatnya masih kurang bagus untuk belanja Kementerian/Lembaga. Nah kalau bisa dialokasi ke laptop untuk belanja pegawai akan sangat bagus dan lebih produktif untuk NKRI," kata Yusman kepada Sri Mulyani, Rabu (19/8/2020).

Menjawab permintaan itu, Sri Mulyani mengingatkan dampak pengadaan laptop tambahan secara besar-besaran di Kemenkeu pada neraca perdagangan Indonesia, karena laptop belum diproduksi sendiri oleh Indonesia, dan masih impor.

"Untuk laptop, flexible working space sekarang kita pikirkan untuk infrastruktur kita. Kalau kamu bilang, Bu belanjakan saja untuk beli laptop. Tahu nggak apa yang terjadi Yusman? Neraca pembayaran kita impornya gede banget, mau laptop belum dibikin di Indonesia," jawab Sri Mulyani.

Meski ada beberapa anggaran di Kemenkeu yang masih menganggur akibat keterbatasan aktivitas karena pandemi COVID-19, namun ia menilai alokasinya tak bisa untuk belanja laptop.

Ia menegaskan, alokasi anggaran Kemenkeu saat ini harus fokus untuk mendongkrak aktivitas ekonomi agar hidup kembali.

"Padahal saya mau belanjanya bikin ekonomi kita mutar. Kalau impor terus kan sama saja, sudah belanja banyak tapi ekonominya nggak jalan, hanya impor saja. Jadi ini strategi yang harus dipikirkan. Tapi kalau infrastruktur flexible working space akan kita desain sesuai kebutuhan," tutup Sri Mulyani.

(hns/hns)