3 Ritel Nyatakan Bangkrut Agustus Ini, Siapa Saja?

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 31 Agu 2020 16:35 WIB
Pandemi corona yang melanda dunia turut berdampak pada sektor ritel. Tak sedikit pusat perbelanjaan yang ditutup atau sepi pengunjung akibat COVID-19.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Tiga ritel asal Amerika Serikat (AS) menyatakan bangkrut Agustus ini. Hal ini menunjukkan pandemi virus Corona masih terus membantai industri ritel. Kebangkrutan itu ditandai dari beberapa ratus toko ditutup dan ribuan karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dikutip dari CNN, Senin (31/8/2020), bulan lalu sejumlah merek mal terkenal juga telah mengajukan bangkrut. Termasuk Sur La Table, Ascena Retail Group, dan Brooks Brothers. Sejumlah merek itu, kini tengah mencari bantuan atas kebangkrutan itu.

Kebangkrutan sejumlah ritel ini dipengaruhi oleh daya beli konsumen yang rendah. Terutama setelah terhambatnya stimulus tambahan dari pemerintah AS senilai US$ 1.200. Berikut, tiga ritel yang menyatakan bangkrut pada Agustus ini dan list ritel yang akan menyusul.

Lord & Taylor

Lord & Taylor menyatakan kebangkrutan pada 2 Agustus 2020. Kebangkrutan itu setelah perusahaan mengumumkan 24 lokasi tokonya ditutup. Pekan berikutnya 38 tokonya akan dilikuidasi.

Perusahaan ini pernah menjadi andalan fashion kelas atas. Pada 2012 Hudson's Bay Company mengakuisisi Lord & Taylor. Setelah itu pada tahun 2019 dijual senilai US$ 75 juta ke Le Tote, Inc., sebuah layanan langganan sewa busana.

Tailored Brands

Pemilik merek Men's Wearhouse dan Jos. A. Bank menyatakan bangkrut pada 3 Agustus 2020 setelah pandemi virus Corona mengurangi permintaan pakaian kantor.

Tailored Brands ada Juni lalu telah memprediksi mereka akan masuk ke daftar kebangkrutan ritel. Beberapa minggu kemudian, perusahaan mengatakan 500 toko akan ditutup dari total 1.500 toko dan mengumumkan akan mem-PHK 20% pegawainya.

Stein Mart

Stein Mart menyatakan kebangkrutan pada 12 Agustus 2020 dan akan menutup hampir 300 tokonya dalam beberapa bulan mendatang. Perusahaan berusia 112 tahun itu mengatakan kebangkrutannya disebabkan oleh pandemi virus Corona.

Sejak Juni lalu, Stein Mart telah mengalami keseulitan keuangan akibat pandemi virus Corona. Namun, perusahaan terus berupaya agar bisa terus beroperasi untuk tahun depan.

Dari tiga list ritel yang menyatakan bangkrut. Siapa ritel selanjutnya yang menyusul. Menurut laporan dari S&P Global Market Intelligence J.Jill, (JILL) Destination XL (DXLG) dan Christopher & Banks (CBKC) adalah peritel yang rentan bangkrut.

S&P Global juga melaporkan ada 44 ritel yang akan bangkrut tahun ini. Angka itu melampaui jumlah ritel bangkrut pada 2019, dan akan mendekati rekor tertinggi catatan ritel bangkrut pada 2011 yakni 45 ritel tutup.

Ritel bukan satu-satunya industri yang berisiko bangkrut. Perusahaan properti penyedia pusat belanja CBL Properties (CBL) memperkirakan akan menyatakan bangkrut pada 1 Oktober mendatang. Hal itu disebabkan banyaknya toko ritel yang tutup mengakibatkan uang sewa toko terhenti dan utang perusahaan juga meningkat.



Simak Video "Lord & Taylor Bangkrut Dihantam Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)