4 Kementerian Keroyokan Bikin Lumbung Pangan, Begini Bagi Tugasnya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 01 Sep 2020 19:45 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri), Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kedua kiri) dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kanan) meninjau lahan yang akan dijadikan
Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Jakarta -

Proyek lumbung pangan alias food estate di Kalimantan Tengah akan dimulai pembangunannya bulan Oktober mendatang. Setidaknya, ada empat kementerian yang akan keroyokan menggarap program ini.

Mulai dari Kementerian PUPR, Kementerian BUMN, Kementerian Pertanian, hingga Kementerian Pertahanan. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan pihaknya akan mengurusi sarana prasarana food estate mulai dari irigasi hingga jalan akses.

"Untuk tanaman padi dimulai perbaikan saluran irigasi dan perbaikan jalan-jalan masuknya, atau aksesibilitas kita ke kawasan food estate tersebut," kata Basuki di kantornya, Selasa (1/9/2020).

"Kami akan dukung jalan, perumahan, serta sumber airnya," imbuhnya.

Kemudian, Basuki menjelaskan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Pertahanan (Kemhan) akan berbagi peran sebagai leading sector. Kementan akan menjadi leading sector untuk food estate padi, sementara Kemhan menjadi leading sector untuk singkong.

"Jadi ada dua food estate, untuk tanaman padi leading sectornya Kementerian Pertanian. Lalu yang tanaman singkong leading sectornya di Kementerian Pertahanan," urai Basuki.

Kementan menurutnya akan menyiapkan peralatan dan sarana produksi untuk dua food estate. Sementara itu khusus di food estate padi Kementan juga diminta untuk menyiapkan sumber daya manusianya.

"Dengan program kerja mulai kerja Oktober, pak Mentan akan siapkan peralatan dan sarana produksi. Kementan juga men-training SDM bersama KSP untuk olah tanahnya nanti," jelas Basuki.

Sementara itu, sebagai leading sector di food estate tanaman singkong, Kemhan juga akan bertanggung jawab untuk menyiapkan sumber daya manusia untuk food estate singkong.

"SDM untuk food estate di taman singkong menjadi tanggung jawab Kemenhan untuk training," kata Basuki.

Sementara itu, Kementerian BUMN nantinya akan membantu mengolah tanah dan menjadi off taker alias penyerap produk hasil dari food estate.

"Kemudian BUMN ada di sana ikut mengolah tanah dan mulai tanam padinya. Off taker-nya juga nanti ditugaskan ke BUMN dan swasta yang akan ada di sana," ujar Basuki.

Oktober ini proyek food estate akan mulai digarap. Soal anggarannya sendiri Basuki enggan menjelaskan secara rinci, yang jelas saat ini sedang difinalisasi di Kementerian Keuangan.

"Kita akan mulai. Sekarang anggarannya sedang difinalisasi Kemenkeu Kamis pagi besok," ujar Basuki.

(dna/dna)