Round-Up Berita Terpopuler

Waskita Jual Tol, Bagaimana Nasib Honorer?

Tim detikcom - detikFinance
Minggu, 06 Sep 2020 21:08 WIB
Konstruksi layang  proyekTol Becakayu belum dimulai
Foto: Puti Aini Yasmin/detikFinance
Jakarta -

PT Waskita Karya (Persero) Tbk berencana melepas sebagian kepemilikan (divestasi) tol untuk mengurangi utang. Utang yang dipangkas jika seluruh program divestasi lancar sekitar Rp 20 triliun hingga Rp 21 triliun.

Informasi itu jadi salah satu yang terpopuler di kanal berita ekonomi detikcom di detikFinance. Selain iformasi soal penjualan tol Waskita, ada juga deretan berita terpopuler lain.

Berikut selengkapnya deretan berita terpopuler detikFinance hari ini.

Alasan Waskita Jual Tol

Direktur Keuangan Waskita Karya Taufik Hendra Kusuma mengatakan, pihaknya optimistis divestasi ini berhasil sehingga kinerja tahun depan lebih baik. Dia bilang, proses divestasi sendiri membutuhkan waktu lebih dari 6 bulan.

"Transaksi divestasi ruas tol itu membutuhkan waktu. Prosesnya bisa mencapai lebih dari 6 bulan karena investor harus melakukan due diligence dan ada persyaratan governance yang harus dipenuhi," kata Taufik dalam keterangannya, Minggu (6/9/2020).

Waskita sendiri memegang kepemilikan atas 16 ruas jalan tol dengan total investasi Rp150 triliun. Saat ini dalam proses divestasi beberapa ruas tol kepada investor antara lain ruas Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Cibitung-Cilincing, serta ruas Trans Jawa yaitu Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang.

Pada 31 Agustus 2020, anak perusahaan Waskita Karya di bidang jalan tol yaitu PT Waskita Toll Road (WTR) telah melakukan penandatanganan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) untuk pelepasan 30% kepemilikan pada ruas Bekasi-Cawang-Kampung Melayu dengan nilai transaksi sebesar Rp 550 miliar.

"Kami targetkan finalisasi transaksi di September atau Oktober tahun ini", ujar Taufik.

VW Belum Mau Ikut Usulan Buruh Kerja 4 Hari/Minggu

Produsen mobil terbesar dunia, Volkswagen (VW) melihat belum perlu menerapkan 4 hari kerja seminggu di pabriknya seperti yang diusulkan serikat buruh. Meskipun, telah terjadi banyak peralihan ke mobil listrik yang lebih mudah dibuat dan membutuhkan lebih sedikit pekerja.

Sebelumnya pada 15 Agustus, serikat buruh terbesar Jerman, IG Metall mengusulkan negosiasi untuk transisi ke empat hari seminggu di seluruh industri untuk membantu mengamankan pekerjaan, dengan alasan kejatuhan ekonomi dari krisis virus Corona dan perubahan struktural di sektor otomotif.

Namun, Kepala Tenaga Kerja VW, Bernd Osterloh mengatakan rencana pemotongan biaya termasuk pengurangan tenaga kerja hingga 7.000 melalui pensiun dini staf administrasi di markas Wolfsburg, sudah cukup untuk membantunya mengatasi krisis virus Corona dan masalah lain.

Nasib Honorer saat CPNS Buka Lagi di 2021

Bagi yang berminat menjadi abdi negara mungkin bisa bersiap-siap dari sekarang. Sebab, pemerintah berencana membuka lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun depan.

Lalu, bagaimana dengan tenaga honorer?

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PAN RB Andi Rahadian mengatakan, hingga saat ini tidak ada rencana pengangkatan tenaga honorer secara langsung menjadi CPNS.

"Jadi sejauh ini tidak ada pengangkatan tenaga honorer langsung menjadi CPNS atau PPPK," katanya kepada detikcom, Minggu (6/9/2020).

Dia menjelaskan, berdasarkan undang-undang yang berlaku pengangkatan CPNS harus mengikuti seleksi. Seleksi tersebut dari seleksi adminitrasi hingga seleksi kompetensi bidang (SKB).

"Sesuai dengan UU No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara ada persyaratan-persyaratan untuk menjadi CPNS dan harus mengikuti seleksi (tahapan seleksi administrasi, SKD dan SKB)," jelasnya.



Simak Video "Perhatian! Hasil Seleksi CPNS 2019 Diumumkan 30 Oktober"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)