Luhut Mau Produk UMKM Mejeng di Etalase Mal

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 16 Sep 2020 15:23 WIB
Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan berdialog dengan Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Jakarta, Rabu (14/12/2016).
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta produk UMKM buatan dalam negeri bisa menjadi tuan rumah di Tanah Air. Salah satu caranya adalah memajang produk UMKM di etalase berbagai pusat perbelanjaan agar dapat diakses masyarakat dengan mudah.

"Produk kriya yang lahir dari tangan anak bangsa harus menjadi tuan rumah di Indonesia. Produk kriya tersebut harus terletak secara strategis di berbagai etalase pusat perbelanjaan, dengan demikian konsumen dapat melihat langsung dan membeli produk dalam negeri," kata Luhut dalam launching virtual Bangga Buatan Indonesia Pernak-Pernik Unik Kemendag, Rabu (16/9/2020).

Terhadap UMKM, Luhut meminta agar pembuatan produk dibuat diawali dengan riset, lalu diproduksi dan dikembangkan dengan teknologi. Harapannya, kualitas dan produktivitas UMKM bisa terus ditingkatkan.

"Nilai tambah pernak-pernik akan semakin meninggi dengan menyandingkan riset dan teknologi, tidak bisa dilepas dari itu. Saatnya kita dorong R&D (research and development) kita untuk merangkul riset dan teknologi tinggi. Indonesia agar menjadi kawasan terdepan di Asia Tenggara dalam produksi pernak-pernik yang unik berbasis riset dan teknologi," terang Luhut.

Luhut mengatakan, produk ekonomi kreatif yang diproduksi UMKM ini turut menjadi penyumbang besar terhadap PDB nasional.

"Indonesia berada di urutan 3 besar di dunia. Sebagai negara dengan kontribusi ekonomi kreatif terbesar ke PDB nasionalnya dengan total kontribusi 7,28% terhadap PDB di bawah Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan. Ini perlu kita tingkatkan ke depan karena jumlah UMKM kita lebih dari 61 juta kelompok. Dari 17 sektor ekonomi kreatif penyumbang PDB nasional, subsektor kriya merupakan penyumbang ketiga terbesar pada PDB nasional Indonesia," imbuhnya.

Ia memaparkan, pada tahun 2018 subsektor kriya menyumbang US$ 874 juta terhadap PDB nasional, lalu naik 2,5% di tahun 2019 yakni sebesar US$ 892 juta.

Namun, menurutnya angka itu belum cukup, sehingga ia mengajak agar masyarakat Indonesia terus mendorong gerakan konsumsi produk dalam negeri.

"Tren positif ini harus terus kita jaga melalui semangat kerja sama. Walaupun jujur saya katakan angka ini masih jauh dari harapan kita. Oleh karena itu ada Bangga Buatan Indonesia harus kita dorong supaya semua pertumbuhannya jauh lebih besar dari itu," pungkas Luhut.

(ara/ara)