Luhut Yakin RI Bisa Cetak 3 Juta UMKM Baru hingga Akhir 2020

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 16 Sep 2020 15:33 WIB
Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan saat wawancara untuk detikcom di acara Blak-blakan, Kamis (19/7).
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pemerintah sedang menggencarkan gerakan Bangga Buatan Indonesia, salah satunya dengan menargetkan 2 juta pelaku UMKM baru di tahun 2020. Per Mei 2020, pemerintah mencatat sudah tercipta 1,9 juta pelaku UMKM baru, atau sudah mencapai 98% dari target.

Oleh sebab itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yakin akan tercipta 3 juta UMKM hingga akhir 2020.

"Semenjak 14 Mei 2020 sudah tercapai 1,9 juta lebih unit UMKM atau 98% dari target 2 juta UMKM meeting. Saat ini sudah pasti lebih dari 1 juta yang sudah on boarding. Dengan tren seperti ini kita bisa mencapai 3 juta pada akhir tahun ini. Artinya kita capai 150% dari target awal yang kita canangkan," kata Luhut dalam launching virtual Bangga Buatan Indonesia Pernak-Pernik Unik Kemendag, Rabu (16/9/2020).

Menurut Luhut, dengan meningkatkan peran UMKM, juga terkait kualitas produknya, maka para UMKM bisa memberikan kontribusi besar pada perekonomian yang tengah ditekan pandemi virus Corona (COVID-19).

"Sebagai negara dengan kontribusi ekonomi kreatif terbesar ke PDB nasionalnya dengan total kontribusi 7,28% terhadap PDB di bawah Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan. Ini perlu kita tingkatkan ke depan karena jumlah UMKM kita lebih dari 61 juta kelompok," jelasnya.

Selain itu, pemanfaatan teknologi digital juga bisa menjadi solusi bagi UMKM di tengah pandemi Corona.

"Survei BPS menemukan 16% UMKM cenderung melakukan diversifikasi usaha selama pandemi dan 83% UMKM mengakui adanya pengaruh positif dari penggunaan media online untuk pemasaran. Kolaborasi dan sinergitas untuk membuat Indonesia semakin maju dan sejahtera. Melalui gerakan Bangga Buatan Indonesia kita semakin terkokoh, semangat gotong royong, dan solidaritas semua pemangku kepentingan," tutup Luhut.

(ara/ara)