Sempat Disorot Kasus Mahasiswa Bunuh Diri, Robinhood Diguyur Rp 9 T

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 23 Sep 2020 11:22 WIB
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah akhirnya tembus ke level Rp 15.000. Ini adalah pertama kalinya dolar AS menyentuh level tersebut pada tahun ini.
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Robinhood Markets Inc, sebuah startup teknologi yang membantu mempopulerkan perdagangan di kalangan milenial baru saja mendapat pendanaan US$ 660 juta atau sekitar Rp 9,57 triliun (kurs Rp 14.500).

Dikutip dari Reuters, Rabu (23/9/2020), penggalangan dana ini merupakan perpanjangan dari putaran Seri G yang diumumkan bulan lalu, ketika D1 Capital Partners menginvestasikan US$ 200 juta di perusahaan dan akan membuat nilai Robinhood bernilai US$ 11,7 miliar.

Dana segar datang dari beberapa investor yang ada di Robinhood, termasuk Andreessen Horowitz, Sequoia, DST Global, Ribbit Capital, 9Yards Capital, dan D1 Capital Partners.

"Kami telah mengumpulkan tambahan US$ 460 juta pada penutupan berikutnya untuk Seri G kami untuk mendukung produk inti dan pengalaman pelanggan kami serta penawaran baru seperti manajemen kas dan investasi berulang," kata juru bicara perusahaan.

Penggalangan dana tersebut mewakili keinginan investor untuk mendukung Robinhood. Sebab, perusahaan mendapat keuntungan dari peningkatan aktivitas perdagangan oleh pedagang ritel selama lockdown akibat COVID-19.

Penggalangan dana Robinhood yang dikumpulkan dari investor pada tahun 2020 menjadi sekitar US$ 1,25 miliar, sehingga total modal saat ini menjadi lebih dari US$ 2 miliar berdasarkan data PitchBook.

Namun patut diketahui, Anggota parlemen Amerika Serikat (AS) sempat mendesak aplikasi perdagangan Robinhood untuk meningkatkan keamanan. Hal ini karena sempat terjadi insiden bunuh diri yang dilakukan oleh mahasiswa berusia 20 tahun karena melihat saldonya negatif hingga US$ 730 ribu.

"Ini seharusnya tidak terjadi," kata anggota parlemen Lauren Underwood kepada CNN Business.

(acd/ara)