Masih Pandemi, Produk Kopi-Cokelat RI Ikut Pameran Virtual di Thailand

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 23 Sep 2020 21:45 WIB
Permintaan biji kopi siap giling atau yang sudah disangrai meningkat saat pandemi COVID-19. Seperti yang dialami toko Joyo 99 Coffee & Co, di Tangerang Selatan.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Upaya menggenjot ekspor menjadi tantangan tersendiri di masa-masa pandemi COVID-19. Di kala banyak pameran internasional diundur atau dibatalkan pada tahun 2020 ini, Thailand melanjutkan menjadi tuan rumah pameran makanan dan minuman berskala internasional, Thaifex Anuga Asia 2020.

Pameran ini resmi dibuka kemarin oleh Menteri Perdagangan yang sekaligus menjabat Wakil Perdana Menteri Thailand, Jurin Laksanawisit. Menariknya pameran ini juga akan diikuti UKM RI

Ada 708 peserta lokal dan internasional yang ikut dalam pameran ini. Di antaranya dari Indonesia, RRT, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Viet Nam, Brazil, Polandia dan Norwegia.

Thaifex adalah event internasional perdana yang menandai pemulihan kegiatan bisnis di masa pandemi. Merespon situasi yang belum memungkinkan pameran dihadiri pengunjung internasional, Thaifex 2020 mengusung tema hybrid, perpaduan pameran secara fisik dengan pameran daring.

"Setelah diundur dari Mei, Thaifex diputuskan dilaksanakan pada akhir September. KBRI Bangkok yang telah melakukan persiapan sejak Mei lalu, berkomitmen untuk memberikan peluang seluas-luasnya bagi pengusaha Indonesia, utamanya UKM dengan gencar promosikan produk-produk makanan dan minuman yang siap diekspor ke pasar Thailand juga pasar internasional," kata Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar RI Bangkok, Dicky Komar dilansir dari keterangan tertulis, Rabu (23/9/2020).

Pameran hybrid memungkinkan pengusaha Indonesia ikut serta di Thaifex, secara virtual. Platfotm hybrid disebut dapat direplikasikan di kegiatan serupa diberbagai negara termasuk di Indonesia.

Sampai saat ini, Thailand masih menerapkan kebijakan pembatasan penerbangan internasional komersial sehingga peserta dari Indonesia belum bisa datang ke Thailand. Namun di Paviliun Indonesia, beragam produk dari 24 pengusaha Indonesia dipamerkan mulai dari produk hulu seperti kopi dan coklat, bahan baku pangan olahan sampai ke produk hilir, makanan dan minuman untuk konsumen.

"Trend konsumen di masa pandemi ini menyukai produk-produk siap masak dan produk yang memiliki manfaat kesehatan. Pengusaha Indonesia dengan bermacam produk berkualitas dan harga bersaing memiliki kapasitas untuk memenuhi permintaan pasar Thailand dan kami dukung agar tercipta transaksi ekspor. Buyer lokal dari Thailand dan buyer internasional tetap dapat melakukan kontak bisnis dengan pengusaha Indonesia di pameran Thaifex melalui media virtual yang kami sediakan," kata Atase Perdagangan Bangkok, Flora Susan.

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Kasan, menyatakan optimis ekspor produk makanan dan minuman masih mengalami pertumbuhan positif.

"Selain alat kesehatan, produk pertanian, perikanan dan agroindustri, produk makanan dan minuman yang mengalami pertumbuhan positif dijadikan fokus bagi strategi pengembangan ekspor jangka pendek," tuturnya.

Paviliun Indonesia buka di pameran Thaifex Anuga Asia 2020 selama 5 hari mulai 22 sampai 26 September 2020 di IMPACT Muang Thong Tani, Thailand.



Simak Video "Seru! Melihat Pameran Grafiti Virtual 360 'Pandemic Youth'"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)