Efisiensi Perusahaan, 600 Pegawai Mitsubishi Dipaksa Pensiun Dini

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 26 Sep 2020 22:00 WIB
TOKYO, JAPAN - APRIL 20:  An employee  walks past a Mitsubishi Motors vehicles displayed at the companys headquarters on April 20, 2016 in Tokyo, Japan. Mitsubishi Motors share plunged more than 15% after the Japanese car maker announced it has mishandled the fuel economy test data.  (Photo by Tomohiro Ohsumi/Getty Images)
Foto: Pool
Jakarta -

Mitsubishi Motors Corp akan meminta 500-600 pegawai untuk pensiun secara sukarela. Mengutip Reuters kebijakan ini dilakukan mulai pertengahan November mendatang untuk memangkas biaya operasional perusahaan.

Perusahaan otomotif ini diprakirakan akan membukukan kerugian bersih sebesar US$ 360 miliar yen hingga periode Maret 2021. Hal ini karena penjualan yang anjlok akibat pandemi virus Corona.

Mitsubishi memang sudah mulai merencanakan pemangkasan 20% biaya operasional dalam dua tahun. Yakni dengan mengurangi tenaga kerja dan menutup pabrik hingga dealer yang tidak menguntungkan.

Pegawai yang akan diminta pensiun sukarela adalah divisi manajemen yang berusia 45 tahun ke atas. Seperti pabrik Okazaki di prefektur Aichi dan pabrik Mizushima di prefektur Okayama. Juru bicara Mitsubishi enggan memberikan komentar terkait kabar tersebut.

Memang krisis yang disebabkan COVID-19 ini sangat memperburuk kondisi perusahaan yang sebelumnya sedang berjuang melawan merosotnya penjualan di China dan pasar Asia Tenggara.

Sebagai rencana restrukturisasi, Mitsubishi akan berhenti membuat model crossover SUV Pajero pada tahun depan dan menutup pabrik kendaraan tersebut.

(kil/fdl)