Dahlan Iskan: Pengusaha Terkejut Pemerintah Ajukan RUU Cipta Kerja

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 09 Okt 2020 15:20 WIB
Menteri BUMN Dahlan Iskan, gagal bertemu dengan Mahfud MD Jakarta, Rabu (14/05/2014). Mahfud MD tidak hadir dalam pertemuan diskusi padepokan, bertajuk Pilpres 2014 Berkoalisi atau Berkualitas.
Dahlan Iskan/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Dahlan Iskan angkat suara terkait pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja. Ia bilang rata-rata pengusaha justru kaget menyaksikan keberanian pemerintah dalam menyerahkan draft RUU itu ke DPR hingga disahkan awal pekan ini.

"Pengusaha pada umumnya memang terkejut oleh keberanian pemerintah mengajukan RUU Cipta Kerja itu. Para pengusaha justru tidak terkejut kalau DPR dengan cepat mengesahkannya, itu sudah bisa ditebak. Begitu beraninya pemerintah membidani UU Cipta Kerja ini sehingga banyak yang kaget: lho kok ditentang buruh begitu seriusnya? Dikira pemerintah sudah mengantisipasi besarnya reaksi itu," tulis Dahlan di website pribadinya, disway.id, yang dikutip detikcom, Jumat (9/10/2020).

Aksi demo yang muncul karena disahkannya Omnibus Law Cipta Kerja itu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

"Tapi hari-hari ini pemerintahan Jokowi menerima tantangan di bidang nonpolitik: yakni di bidang keamanan dan ketertiban. Khususnya dalam menghadapi demo besar kalangan buruh dan mahasiswa. Apakah kali ini Jokowi juga kuat menghadapi tantangan dari lapangan ini?" sambungnya.

Dahlan mempertanyakan apakah pemerintahan Jokowi kali ini bisa sekuat seperti kemarin-kemarin, ketika menghadapi tantangan serupa setelah disahkannya UU KPK dan yang lainnya? Sebab, para pengusaha yang paling menanti beleid ini, juga turut mengamati gerak-gerik pemerintahan Jokowi dalam menundukkan demonstrasi tersebut.

"Apakah sama dengan cara yang dipakai di peristiwa yang sama kemarin-kemarin?," sambungnya.

Lalu, seberapa pentingnya Omnibus Law Cipta Kerja ini bagi pengusaha? Apakah menjadi jaminan bagi majunya perekonomian nasional?

"Belum tentu," kata Dahlan.

Dahlan membandingkan jika pengusaha diberi dua pilihan, pasti pengusaha memilih kondisi masyarakat yang kondusif. Sebab, pilihan pertama soal UU yang berlaku selama ini yang menjengkelkan pengusaha, itu masih bisa diatasi. Pengusaha masih bisa mencari jalan keluar untuk mengatasinya.

"Biar pun ada UU ini tapi masyarakatnya tidak stabil pengusaha akan lebih sulit. Tentu, kalau bisa, pengusaha memilih alternatif ketiga. Yakni, UU-nya baik, masyarakatnya pun stabil," katanya.

Dahlan mengatakan pemerintah tahu bahwa prioritas pengusaha adalah masyarakat yang stabil. Begitu pula kemajuan perekonomian, yang juga hanya bisa diraih kalau tercipta kestabilan. Maka hari-hari ini, sambung Dahlan, para pelaku ekonomi akan mengamati dengan saksama, seberapa jauh pemerintah menjamin terciptanya kestabilan masyarakat.

"Taruhlah dalam seminggu ke depan kestabilan itu akan terlihat. Akan muncul harapan masyarakat yang berlebihan. Yakni segera terjadinya kemajuan ekonomi yang sangat tinggi. Tingginya ekspektasi itu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah," tuturnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2