3 Nasib Pahit Penonton Bayaran

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 12 Okt 2020 18:30 WIB
Dimas Penonton Bayaran/Anisa Indraini-detikcom
Foto: Dimas Penonton Bayaran/Anisa Indraini-detikcom
Jakarta -

Penonton bayaran yang biasa terlihat di stasiun televisi (TV) harus merasakan nasib pahit selama pandemi virus Corona (COVID-19). Pasalnya, sejak virus itu masuk ke Indonesia jasa mereka tidak dipakai.

Alhasil, mereka sebagai penonton bayaran harus banting setir mencari sumber penghasilan baru. Berdasarkan ceritanya kepada detikcom, Kamis (8/10/2020) lalu, berikut 3 fakta nasib penonton bayaran:

1. Nggak Bisa Bayar hingga Diusir Dari Kontrakan

Penonton bayaran bernama Dimas Satrio (28), tidak bisa bayar kontrakan sejak Maret. Untungnya pemilik kontrakan berbaik hati karena sudah kenal secara personal, sehingga diperbolehkan tetap tinggal sambil bayar dicicil.

"Bayar kontrakan belum bisa sama sekali dari bulan Maret. Ditagih sama pemiliknya begitu doang 'sudah ada belum sih', 'yah belum ada' terus katanya 'yaudah ntar aja' gitu. Nggak nagih, cuma nanya doang sudah ada belum. Kadang bayar kalau lagi ada duit Rp 100 ribu yaudah bayar segitu, kalau ada Rp 200 ribu bayar, kalau ada Rp 300 ribu bayar," tuturnya.

Dimas lebih beruntung dari temannya yang tidak sedikit harus diusir dari kontrakan karena tidak bisa bayar. Nasib teman seprofesinya ada yang harus balik ke kampung, hingga ada yang diangkut Dinas Sosial karena berkeliaran di jalan tidak punya tempat tinggal.

"(Teman yang lain) ada yang pulang kampung. Ada yang sampai diangkut Dinas Sosial jadi gembel di Mampang, jadi dia berkeliaran tidur di trotoar gitu akhirnya diangkut. Sekarang sudah keluar, sampai satu bulanan akhirnya ada yang ngambil dari stasiun TV kalau nggak salah, pokoknya sekarang sudah keluar, sudah mulai benar kayak dagang-dagang gitu," ucapnya.

2. Banting Setir Jual Ceker Mercon hingga Rempeyek

Dimas sebagai anak sebatang kara di Jakarta harus putar otak mencari pekerjaan lain agar tetap bisa bertahan hidup. Sejak tidak menjadi penonton bayaran, dirinya hanya di rumah sambil berjualan makanan secara online yang dibuatnya sendiri. Dia juga meletakkan dagangannya di warung-warung tetangga untuk dijualkan.

"(Sekarang) di rumah saja, jualan makanan kayak ceker mercon, rempeyek, gitu-gitu lah bikin sendiri, emang suka masak. Kalau rempeyek nunggu ada pesanan, tapi nyetok juga kayak di warung-warung aku naro. Nggak setiap hari sih kayak satu minggu sekali, sepuluh hari sekali, baru naro gitu di warung tetangga," jelasnya.

3. Jual Barang Berharga

Penonton bayaran lainnya, Yulia Putri (35) sudah menjual barang-barang berharganya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Terbaru, dia menjual motor untuk bayar kontrakan hingga memenuhi kebutuhan 2 anaknya.

"Kalau untuk makan saya banyak teman, teman banyak yang bantu. Cuma kalau kontrakan itu yang paling berat sih. Sekarang masih bisa cuma agak telat bayarnya, bayarnya juga nggak full karena ibu kost-nya nggak mau ngerti. Saya bilang 'yaudah saya bayar tapi nggak bisa full nanti kalau sudah kerja saya ganti kekurangannya'. Sudah banyak juga barang yang dijual, aku terakhir kemarin jual motor karena buat kontrakan, buat anak juga, yang ada itu dulu," imbuhnya.

Kini dirinya hanya mengandalkan gaji dari suami yang bekerja serabutan. Yulia sebenarnya sempat berjualan rempeyek seperti Dimas, namun terpaksa harus berhenti di tengah jalan karena sepi tidak ada yang membeli.

(fdl/fdl)