Untung Mana, Beli iPhone 12 atau Saham Perusahaannya?

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 15 Okt 2020 12:10 WIB
SAN FRANCISCO, CA - APRIL 23:  The Apple logo is displayed on the exterior of an Apple Store on April 23, 2013 in San Francisco, California.  Analysts believe that Apple Inc. will report their first quarterly loss in nearly a decade as the company prepares to report first quarter earnings today after the closing bell.  (Photo by Justin Sullivan/Getty Images)
Foto: Gettyimages - Justin Sullivan
Jakarta -

Apple telah menjawab penantian para pengguna loyalnya dengan mengumumkan secara resmi seri iPhone terbarunya. Ada empat seri iPhone terbaru yang akan diluncurkan yakni iPhone 12 Mini, iPhone 12, iPhone 12 Pro dan iPhone 12 Pro Max.

Apple juga telah mengumumkan harga dari empat seri terbaru itu. Mulai dari US$ 699 sampai US$ 1.399, atau mulai dari Rp 10,3 juta sampai Rp 20,8 juta.

Tapi sebelum membeli, coba dipertimbangkan dulu, mau beli iPhone terbaru atau beli saham Apple? Lagi pula lebih bangga mana punya iPhone atau punya saham perusahaannya?

Perusahaan yang berdiri sejak 1976 ini memang merupakan perusahaan go public sejak melakukan IPO pada Desember 1990 di pasar modal AS. Saham berkode AAPL itu tercatat di dalam indeks Nasdaq.

Melansir data perdagangan Reuters, Kamis (15/11/2020), saham AAPL saat ini berada di level US$ 121,19. AAPL melonjak belakangan ini seiring dengan rencana perusahaan mengumumkan seri terbaru iPhone. Hampir setiap Apple hendak mengumumkan seri terbaru, sahamnya pasti melonjak.

Itu artinya jika dibandingkan dengan harga iPhone 12 Pro Max 512 GB senilai US$ 1.399 maka bisa membeli sekitar 11 lembar saham AAPL.

Tepat 1 tahun yang lalu atau pada 16 Oktober 2019 saham AAPL masih berada di level US$ 58,59. Itu artinya saham AAPL sudah meningkat 106,84% dalam waktu satu tahun.

Seandainya tren itu berulang di tahun depan, maka orang yang lebih memilih beli saham iPhone uangnya meningkat dua kali lipat. Sementara se-canggih apapun smartphone nilainya tentu akan susut seiring dengan pemakaian. Itu pun kalau iPhonenya tidak rusak. Kalau rusak ya uang jutaan rupiah tadi sudah lenyap.

Sekarang bandingkan lagi saat Apple meluncurkan iPhone 11 Pro Max pada September 2019 yang dibanderol mulai dari US$ 1.099. Saat itu saham AAPL berada di posisi US$ 54,43 per lembar.

Artinya harga iPhone 11 Pro Max bisa membeli sekitar 20 lembar saham AAPL saat itu. Jika saja pembeli 20 saham AAPL saat itu dan memegang sampai saat ini, orang itu saat ini bisa membeli 2 iPhone 12 Pro Max terbaru.

(das/eds)