Sudah Tahu? Begini Cara Maskapai Bersihkan Pesawat Selama Corona

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 15 Okt 2020 12:58 WIB
Kabin pesawat CS100
Ilustrasi Kabin Pesawat/Foto: (Michael Buholzer/AFP)
Jakarta -

Bandara dan pesawat dianggap menjadi pusat kuman dan virus karena banyaknya tempat dengan sentuhan yang tinggi. Belum lagi ruang gerak yang kecil berpotensi meningkatkan penyebaran kuman dan virus.

Dikutip dari CNBC, Kamis (15/10/2020) namun, sejak pandemi COVID-19 penampakan bandara dan pesawat akan berbeda dan jauh lebih bersih. Ada beberapa langkah maskapai untuk menjaga keselamatan dan kesehatan penumpang jika akan melakukan perjalanan udara di tengah pandemi COVID-19. Berikut ini langkah yang dilakukan maskapai American Airlines membersihkan pesawat.

Untuk mendisinfeksi permukaan pesawat yang lebih besar, seperti dinding, panel samping, dek penerbangan, dan pintu masuk, maskapai menyemprotkan bahan pembersih elektrostatis setiap tujuh hari.

Menurut Environmental Protection Agency atau Badan Perlindungan Lingkungan, disinfektan berteknologi tinggi ini bekerja dengan mengisi cairan antimikroba. Teknologi itu membuat tetesan antimikroba menempel pada permukaan lingkungan yang keras dan tidak berpori. Semprotan elektrostatis telah terbukti memberikan perlindungan tujuh hari terhadap bakteri, jamur, dan virus, termasuk virus penyebab COVID-19.

COVID-19 dapat menular dari tetesan air liur saat orang batuk, berbicara, bersin, atau bernapas. Partikel-partikel yang mengandung virus itu juga dapat bertahan hidup di permukaan dan menyebar ke orang-orang dengan menyentuh benda tersebut. Kemudian penularan akan berlangsung jika orang itu menyentuh hidung, mulut, atau mata. Jadi, penting untuk mendisinfeksi permukaan dengan tingkat sentuhan tinggi.

American Airlines melakukan pembersihan pada 81 titik khusus, seperti pegangan tangan, sabuk pengaman, kursi, ventilasi udara, dan kamar mandi. Pembersihan itu menggunakan disinfektan tingkat rumah sakit dan membersihkan permukaan itu sebelum penerbangan.

Menariknya, virus dan kuman tidak menyebar dengan mudah di pesawat, karena udara disaring dan diedarkan di kabin. Udara di kabin pesawat diperbarui setiap dua hingga empat menit.

Udara yang Anda hirup di dalam pesawat merupakan kombinasi udara luar dan udara yang telah disaring melalui filter HEPA. Filter serupa dengan yang digunakan di rumah sakit dan beberapa pembersih udara portabel. Filter HEPA dapat menangkap setidaknya 99,97% partikel di udara.

Meskipun dengan udara bersih di dalam pesawat, tetap penting untuk mengenakan masker untuk mencegah penyebaran tetesan air liur dari pernapasan Anda ke orang lain di dekat Anda selama penerbangan.

Centers for Disease Control atau Pusat Pengendalian Penyakit mengingatkan bepergian dengan moda transportasi apa pun dapat menyebabkan Anda tertular dan mengirimkan virus dari dan kepada orang lain. Maka, dengan memakai masker, mencuci tangan atau melakukan protokol kesehatan lainnya, dapat mengurangi risiko penularan COVID-19.

(ara/ara)