Bagaimana Progres Tol Kelapa Gading yang Disinggung Hotman Paris?

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 15 Okt 2020 15:36 WIB
Pembangunan Tol Pulo Gebang-Kelapa Gading terus dikebut pengerjaannya. Para pekerja pun tampak sibuk menyelesaikan proyek jalan tol tersebut.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Progres pembangunan tol Kelapa Gading-Pulo Gebang kembali jadi sorotan. Proyek ini disinggung Hotman Paris Hutapea melalui akun Instagram pribadinya lantaran tak kunjung selesai.

Lalu, bagaimana progresnya sejauh ini?

Menurut Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik (PUPR) Endra Saleh Atmawidjaja, sejauh ini, progres pembangunan tol dalam kota ini sudah mencapai 71% pengerjaan dengan sisa pekerjaan struktur pilar sebesar 90 buah pilar dari total 384 buah pilar. Pihaknya optimis proyek bakal selesai pada Juni 2021 mendatang.

"Mudah-mudahan ini tetap berjalan ke depan dengan lebih cepat dan target waktunya Juni 2021 ini bisa selesai," ujar Endra saat meninjau pembangunan Jalan Tol Layang Dalam Kota Jakarta Seksi A Kelapa Gading - Pulo Gebang, Jakarta Utara, Kamis (15/10/2020).

Ia menjelaskan alasan molornya penyelesaian pembangunan proyek satu ini. Kendala utamanya karena tol ini di bangun di tengah kota, maka intensitas pekerjaan menjadi terbatas mengingat padatnya aktifitas kendaraan dan lain sebagainya.

"Tol di dalam kota yang suasana traffic-nya padat, itu windows timnya pendek, jadi waktu kerjanya itu terbatas karena kita bisa bayangkan di kiri kanan ini kan sangat padat lalu lintasnya," ungkapnya.

Aktifitas pengerjaan dibatasi, katanya untuk menjaga agar aktivitas ekonomi di daerah tempat tol ini dibangun tetap berjalan lancar.

"Selain itu, kita juga ingin di koridor ini di koridor ini dari Boulevard Kelapa Gading sampai Bekasi itu tidak ingin ekonominya juga terganggu. Jadi kita ingin ekonomi atau kegiatan usaha di sepanjang koridor juga tetap hidup," sambungnya.

Lalu, ada juga masalah pembebasan lahan yang tak kunjung terselesaikan. Menurutnya yang membuat lamban proses pembebasan lahan di ruas tol ini adalah karena banyaknya bangunan dan utilitas penting lainnya yang berada di sepanjang koridor tersebut. Di antaranya terdiri dari pembebasan lahan tambahan, relokasi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT - 150 kV), dan utilitas-utilitas lainnya, seperti Pipa gas, Pipa air bersih, Saluran Kabel Tegangan Menengah, dan Saluran Distribusi/ Jaringan Tegangan Rendah. Beberapa utilitas dimaksud berada pada lahan yang belum bebas itu.

"Kemudian pembebasan tanahnya karena ini di dalam kota juga butuh proses ya. Pembebasan tanahnya ini bukan hanya bangunan gedung tapi ada utilitas. Utilitas ini ada Sutet, ada jalur Gas Negara, ada pipa air, kemudian ya ada listrik mungkin di situ," tambahnya.

Untuk diketahui, jalan ini merupakan salah satu ruas dari proyek Jalan Tol Layang Dalam Kota Jakarta atau sering disebut dengan 6 Ruas Jalan Tol Dalam Kota Jakarta sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional sesuai Peraturan Presiden (Perpres) No.56 Tahun 2018. 6 ruas jalan tol sepanjang 69,77 Km tersebut akan mengadopsi konstruksi jalan layang yang terintegrasi dengan transportasi umum Bus Rapid Transit (BRT).

Pembangunan jalan tol tersebut diharapkan dapat membantu mengurai kemacetan di dalam kota Jakarta. Pembangunan jalan tol tahap 1 dengan nilai investasi sebesar Rp 20,7 triliun itu memiliki total panjang 31,1 km yang terdiri dari Seksi A yaitu Kelapa Gading- Pulo Gebang sepanjang 9,3 km, Seksi B ( ruas Semanan-Grogol) sepanjang 9,5 km dan Seksi C (ruas Grogol-Kelapa Gading) sepanjang 12,4 km.



Simak Video "Mobil Terbakar di Tol Dalam Kota Arah Cawang, Lalin Macet"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)