8 Bulan Terjangkit Corona, Imun Perusahaan Penerbangan Masih Kuat?

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 15 Okt 2020 21:35 WIB
Pesawat Garuda Indonesia rutin dibersihkan dengan disemprot disinfektan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra mengungkapkan industri maskapai penerbangan sudah 8 bulan tertekan akibat pandemi COVID-19.

Menurutnya krisis yang dihadapi saat ini ada dua sekaligus, yakni krisis kesehatan dan krisis ekonomi, yang mana itu berdampak buruk bagi perusahaan penerbangan.

"Bahwa tahun 2020 ini memang tahun yang penuh dengan turbulensi, tahun yang sangat menantang buat kita, dan kita menghadapi pada dasarnya dua krisis, yang pertama krisis kesehatan dan kemudian dilanjutkan dengan krisis ekonomi sebagai dampak daripada COVID-19 ini. Dan tanpa terasa sebenarnya sudah 8 bulan kita alami ini semua," kata dia dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (15/10/2020).

Bahkan menurutnya industri maskapai penerbangan di dunia sudah mulai mengalami kebangkrutan akibat pandemi COVID-19 yang membatasi penerbangan.

"Kita juga tahu begitu banyak maskapai penerbangan yang sudah mengalami kebangkrutan. Sementara kita hari ini masih menghadapi persoalan yang kita geluti selama 8 bulan dan mungkin juga akan berapa bulan dan berapa tahun ke depan," jelasnya.

Dia menjelaskan demi bertahan, perusahaan maskapai penerbangan mencoba berbagai cara.

"Kita juga harus mengakui bahwa banyak maskapai termasuk kita di Indonesia ini terus melakukan segala macam upaya untuk memastikan bahwa kita bisa bertahan," sebutnya.

"Kemudian terus-menerus menjalankan mandat yang diberikan oleh pemegang saham, juga kemudian tetap memberikan inspirasi, dan harapan kepada banyak karyawan-karyawan kita bahwa kita masih bisa bertahan menghadapi situasi yang kita hadapi ini," tambah Irfan.

(toy/dna)