Deretan BUMN Ini Paling Babak Belur Dihajar Corona

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 20 Okt 2020 11:21 WIB
Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar/nz
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo buka-bukaan BUMN yang paling babak belur dihajar pandemi COVID-19. Paling tidak ada tiga sektor yang paling tertekan akibat merebaknya virus Corona, yakni energi, pariwisata, dan infrastruktur.

Kartika menjelaskan selama pandemi COVID-19 terjadi penurunan konsumsi energi, baik listrik maupun BBM. Itu membuat BUMN seperti PT PLN dan PT Pertamina terpukul.

"Di energi sebagai contoh PLN, Pertamina, memang penurunan dari konsumsi bahan bakar maupun konsumsi listrik sangat terasa jauh dibandingkan dengan kondisi perekonomian yang normal," kata dia dalam Capital Market Summit & Expo 2020 yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (20/10/2020).

Kemudian akibat terpukulnya sektor pariwisata oleh pandemi COVID-19, membuat maskapai pelat merah seperti PT Garuda Indonesia dan hotel-hotel BUMN ikut merasakan dampak negatifnya.

"Dan kemudian juga kepada sektor infrastruktur, khususnya terkait dengan infrastruktur transportasi, di sini ada perusahaan-perusahaan seperti Kereta Api Indonesia, Jasa Marga, Waskita yang mengelola jalan tol, ini terdampak secara signifikan," paparnya.

Kartika menjelaskan traffic pengguna layanan KAI di masa pandemi COVID-19 ini hanya di kisaran 15% dibandingkan kondisi sebelum pandemi COVID-19.

"Masih sangat lambat karena memang masyarakat untuk naik transportasi umum masih jauh lebih rendah dibandingkan kondisi pre-COVID," tambahnya.

(toy/eds)