Kabar Cukai Rokok Naik 19% Mengemuka Saat Pandemi Masih Melanda

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 22 Okt 2020 06:00 WIB
Ilustrasi Pita Cukai Rokok
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) mendapat informasi jika tarif cukai rokok atau cukai hasil tembakau (CHT) naik 19% tahun depan. Angka ini lebih tinggi dari kabar yang berhembus yakni 17%.

"Malah kabar yang kami dapat berkisar 19%," kata Ketua Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Budiyono kepada detikcom, Rabu (21/10/2020).

Dia mengatakan, prinsipnya pengusaha menolak kenaikan tarif cukai yang tidak rasional. Apalagi, di tengah pandemi seperti sekarang ini. Menurutnya, kenaikan tarif cukai terhadap SKT akan berdampak luas pada tenaga kerja dan petani tembakau.

"Prinsipnya di masa pandemi ini AMTI tetap menolak kenaikan cukai yang eksesif dan tidak rasional bahkan AMTI secara tegas meminta kepada pemerintah untuk tidak menaikkan cukai terhadap SKT (Sigaret Kretek Tangan) karena akan berimplikasi luas terhadap sektor tenaga kerja dan petani tembakau," paparnya.

Sebagai informasi, pemerintah biasanya mengumumkan kenaikan tarif cukai pada September atau Oktober.

Saat dikonfirmasi soal kabar kenaikan cukai 17%, Kepala Subbidang Cukai Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Sarno hanya mengatakan, belum ada keputusan dan masih dibahas.

"Belum ada putusan, masih dalam pembahasan," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Penampakan Ribuan Rokok-Minuman Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Kendari"
[Gambas:Video 20detik]