Tahun Lalu Untung 23 T, Maskapai Penerbangan Inggris Kini Rugi Rp 22 T

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 22 Okt 2020 16:26 WIB
Ilustrasi pesawat
Foto: iStock
Jakarta -

Grup maskapai Inggris Internasional Airlines Grop (IAG) melaporkan kerugian sebesar 1,3 miliar euro setara Rp 22,6 triliun (kurs Rp 17.360) pada kuartal-III 2020. Kerugian didapat akibat anjloknya perjalanan udara selama pembatasan pandemi COVID-19.

Dikutip dari Reuters, Kamis (22/10/2020) laporan itu dirilis oleh IAG lebih cepat satu pekan dari rencana sebelumnya. Pemilik maskapai British Airways ini mengatakan kerugian kuartal-III lebih tinggi dibandingkan perkiraan analis 920 juta euro setara Rp 16 triliun.

Kerugian maskapai membalikkan keadaan tahun lalu yang mengantongi keuntungan sebesar 1,4 miliar euro setara Rp 23,3 triliun pada periode yang sama.

Akibatnya, IAG berencana pada kuartal-IV hanya menerbangkan tidak lebih dari 30% dari kapasitas yang perusahaan miliki. Dengan penerbangan yang lebih sedikit, IAG tidak akan berharap arus kas mereka akan lebih baik pada kuartal berikutnya. Tetapi mereka memperkirakan likuiditasnya akan kuat.

Perusahaan telah mengumpulkan 2,74 miliar euro setara Rp 47,7 triliun dari pemegang saham yang diterimanya pada awal Oktober. Nilai itu meningkatkan likuiditas perusahaan menjadi 9,3 miliar euro setara Rp 162 triliun.

Perlu diketahui laporan keuangan IAG saat ini menjadi pertama kalinya disampaikan oleh Kepala Eksekutif baru, Luis Gallego yang baru menjabat bulan lalu. Sebelumnya posisi itu diduduki oleh Willie Walsh



Simak Video "Sederet Maskapai Dunia yang Bangkrut Gara-gara Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)