Sri Mulyani Beberkan Potensi Ekspor Makanan Halal RI Capai Rp 3 T

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 24 Okt 2020 18:00 WIB
Menkeu Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir bicara soal keberadaan Harley Davidson dan Brompton di pesawat Garuda. Menteri BUMN ungkap pemilik Harley itu.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indonesia memiliki potensi besar dalam produksi makanan halal. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan potensi ekspor makanan halal juga sangat besar.

Dia menyebut untuk makanan dan minuman potensinya mencapai US$ 229 juta atau setara dengan Rp 3,36 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.700.

"Saat ini Indonesia ada 10 produk makanan halal dengan total nilai potensi ekspor mencapai US$ 229 juta," kata dia dalam acara KNEKS, Sabtu (24/10/2020).

Sri Mulyani menyebutkan produk yang berpotensi ekspor adalah margarin, waffle, biskuit, nanas olahan, kopi kemasan, ekstrak kopi, ekstrak malt, saos, makanan bayi, roti dan kue. Produk itu adalah yang paling banyak dikonsumsi di negara yang mayoritas penduduknya beragama muslim.

Saat ini produk makanan tersebut sudah mulai diekspor ke 29 negara yang penduduknya muslim di dunia. Ke depan Indonesia masih membidik sejumlah negara yang berpotensi besar.

Dia menjelaskan pangsa ekspor Indonesia bisa mencapai 61%. Pengembangan ini akan diimbangi dengan dukungan dari pemerintah seperti PPh Impor dan cukai seperti tarif Bea Masuk yang ditujukan untuk melindungi produk dalam negeri.

"Insentif pajak lainnya bagi perusahaan yang memberikan pelatihan vokasi maupun pengembangan dan penelitian. Fasilitas perpajakan ini juga diberikan untuk kawasan industri halal," jelas dia.

(kil/ara)