11 Ritel Ini Gulung Tikar karena Corona

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 27 Okt 2020 20:00 WIB
Telah lama sepi pengunjung dan banyak tutupnya gerai toko akibat wabah pandemi Covid-19, membuat kawasan pertokoan di Bantargebang, Kota Bekasi, Rabu (17/06/2020), terlihat seperti rumah hantu.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Dunia bisnis terpukul dengan adanya pandemi virus Corona (COVID-19). Sederet perusahaan ritel pun tercatat telah mengajukan kebangkrutan dan menutup toko-tokonya.

Dirangkum detikcom, Selasa (27/10/2020), berikut sederet perusahaan ritel yang terpaksa menutup tokonya karena Corona.

1. NPC International

Perusahaan ini adalah pemegang hak dari 1.200 gerai Pizza Hut dan 400 restoran Wendy's di seluruh AS. NPC International bangkrut karena lockdown yang dilakukan imbas virus Corona.

Mereka memiliki beban utang yang besar, ditambah lagi dengan meningkatnya biaya tenaga kerja dan makanan. Perusahaan meminta perlindungan kebangkrutan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan portofolio restoran sehingga berada pada posisi terbaik untuk memenuhi kebutuhan konsumen di seluruh negeri.

2. Lucky Brand

Perusahaan denim ini mengajukan kebangkrutan pada 3 Juli. Lucky Brand akan segera menutup 13 dari sekitar 200 toko di Amerika Utara, yang sebagian besar di mal.

Rencananya melalui proses perlindungan kebangkrutan, jajaran direksi perusahaan akan menjual Lucky Brand kepada SPARC Group, pemilik Nautica dan AĆ©ropostale.

3. Brooks Brothers

Ritel pakaian andalan 40 presiden AS ini mengajukan kebangkrutan pada 8 Juli. Perusahaan yang berdiri sudah 200 tahun ini bangkrut karena kalah saing dengan modal pakaian kasual yang lebih trendi untuk bekerja.

Belum lagi dengan adanya virus Corona yang membuat permintaan pakaian kerja formal menurun karena masyarakat banyak bekerja dari rumah. Brooks Brothers telah mengevaluasi berbagai opsi strategis, termasuk penjualan perusahaan. Perusahaan juga sedang melakukan proses penutupan permanen 20% dari 250 toko di AS.

4. Sur La Table

Penyedia peralatan dapur kelas atas dan kelas memasak ini mengajukan perlindungan kebangkrutan pada 8 Juli. Perusahaan yang berusia 50 tahun ini terganggu bisnisnya karena adanya lockdown.

Meskipun orang semakin sering memasak di rumah dan membutuhkan persediaan dapur, Sur La Table terdampak karena penutupan toko sementara yang dipicu oleh pandemi. Kinerja buruk, akhirnya perusahaan menutup sekitar setengah dari 120 toko di AS.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Inspiratif! Warga Bandung Bikin Rumah Pekerja Terdampak Corona"
[Gambas:Video 20detik]