Pelaku Koperasi Bicara soal Indonesia Resesi

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 07 Nov 2020 11:12 WIB
Indonesia Belum Resesi
Foto: detik
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan perekonomian Indonesia di kuartal III-2020 minus 3,49%. Dengan demikian, Indonesia resmi mengalami resesi karena pertumbuhan ekonomi terkontraksi selama dua kuartal berturut-turut.

Ketua Umum Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI) Frans Meroga Panggabean menyatakan dalam rapat konsolidasi bahwa ekonomi kerakyatan harus berperan sentral dalam ekonomi Indonesia untuk bisa menebus ketertinggalan dari perlambatan yang terjadi selama tahun 2020.

"Inti dari rapat konsolidasi ini adalah bagaimana kita menatap 2021 dengan merumuskan rencana kerja bahwa perekonomian Indonesia ini harus benar-benar bisa rebound setelah luluh lantak imbas dari pandemi COVID-19," kata Frans, (6/11/2020).

"Baru saja BPS mengumumkan di kuartal III Indonesia resmi mengalami resesi, dengan kontraksi 3,49%, memang lebih bagus dari kontraksi sebelumnya yang 5,32%. Berarti sudah ada arah menuju recovery meskipun masih banyak PR untuk kita dapat rebound di 2021 dan tahun seterusnya," tambahnya lagi.

Oleh karena itu, lanjut Frans, ekonomi kerakyatan yang bertumpu kepada koperasi dan juga pelaku UMKM, serta pekerja informal ini yang harus terus digalakkan, yakni melalui AMKI.

"Jadi kita sebagai wadah organisasi melihat, AMKI ini akan menjadi agen atau motor penggerak untuk perubahan jati diri koperasi. Koperasi juga menjadi badan usaha yang bisa dibanggakan dan diandalkan," ucap Frans.

Frans menjelaskan, AMKI saat ini sudah beranggotakan hampir 100 orang, terdiri dari anak-anak muda yang mempunyai kerinduan dan keinginan untuk merubah citra dan jati diri koperasi. Visi AMKI membuat bagaimana koperasi lebih dicintai dan dikenali masyarakat.

"Kita ingin merubah stigma masyarakat dan menyingkirkan anggapan buruk bahwa selama ini koperasi adalah badan usaha yang jadul, tidak atraktif, dan hanya didominasi oleh orang tua. Jadi benar-benar kita ingin tunjukkan ke masyarakat bahwa koperasi bisa kompetitif, koperasi bisa modern, dan koperasi juga tanggap terhadap perubahan zaman," tegasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2