Saran Para Ahli Manfaatkan Bonus Demografi Agar Tak Jadi Bencana

Abu Ubaidillah - detikFinance
Sabtu, 07 Nov 2020 13:13 WIB
Webinar Kemnaker
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Produktivitas dinilai menjadi kata kunci untuk memastikan kaum muda Indonesia menapaki bonus demografi dengan gemilang. Ini terungkap dalam Webinar Direktorat Bina Produktivitas Kemnaker yang diselenggarakan bekerja sama dengan DPP GAMKI.

Topik webinar ini mengangkat tema "Aktualisasi Kepemimpinan yang Produktif di Era Digital". Webinar yang diselenggarakan jelang peringatan Hari Pahlawan 10 November ini diharapkan dapat membuka cakrawala berpikir kaum muda untuk meneladani sikap para pahlawan dengan mengasah jiwa leadership secara produktif.

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Dita Indah Sari yang membuka webinar ini menyampaikan dalam menyiapkan generasi muda yang adaptif di era digital semua pihak harus berkolaborasi, baik pemerintah, swasta, masyarakat sipil, dan lain-lain.

"Tanggung jawab ini adalah milik bersama khususnya dalam menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang produktif, kompetitif, dan sejahtera," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/11/2020).

Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung yang hadir dalam webinar ini menyampaikan peran organisasi kepemudaan penting untuk mendorong peningkatan kapasitas kepemimpinan yang juga berdampak pada produktivitas.

"Dari organisasi kepemudaan itulah muncul calon-calon pemimpin bangsa yang mumpuni dan kapabel, semua stakeholder harus mendukung hal itu," ungkap Bang Doli, sapaan akrabnya.

Senada dengan Bang Doli, Komisaris Independen PT Bank Syariah Mandiri, Arief Rosyid Hasan juga menerangkan tentang situasi anak muda Indonesia yang masih memiliki gap antara yang tinggal di kota atau di desa. Dengan judul pointer 'Saatnya yang Muda Memimpin', Arief menunjukkan bonus demografi tidak hanya bisa mendatangkan anugerah, namun juga bisa mendatangkan bencana ketika tidak dimaksimalkan dengan baik.

"Kita dapat memaksimalkan sentimen positif terhadap bonus demografi menjelang puncaknya di 2024-2035 dengan membangun pengalaman bersama (collaboration experiences) dan mengurangi kesenjangan yang ada," ungkapnya.

Sementara Kepala di Desa Detusoko Barat, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur yang turut hadir dalam webinar ini mengisahkan kisah suksesnya peserta webinar. Nando, sapaan akrabnya, dinilai progresif karena telah mengubah wajah desa yang terbelakang menjadi melek teknologi.

Hal ini terjadi karena tekadnya yang besar mulai dari saat dia aktif di organisasi mahasiswa PMKRI hingga dia setahun menimba ilmu di Amerika Serikat dalam bidang pariwisata.

Kembalinya dia ke kampung halaman dinilai menginspirasi. Dengan motto 'Berikan aku 1 pemuda, akan kuubah desaku', Nando dinilai telah membuktikan desa memang layak dijadikan halaman depan negara dan bangsa.

Selain pemanfaatan teknologi, ia juga menjelaskan caranya menyelaraskan pola pikir yang beragam terlebih dahulu di antara warga desanya, namun karena didorong oleh ketulusan maka semuanya membuahkan hasil yang baik.

Kepala Seksi Kerja Sama Peningkatan Produktivitas Kemnaker, Astri Christafilia Litha mengatakan produktivitas harus ditumbuhkan secara bersama-sama, berkolaborasi bukan berkompetisi, dan terlebih khusus harus digagas oleh anak muda sebagai energi baru untuk Indonesia.

Sebagai informasi, webinar ini adalah ruang dialog untuk membuka wawasan bagi para peserta yang terdiri dari anggota organisasi pemuda, akademisi, dan personel Kemnaker baik di pusat dan di daerah. Webinar selama 2 jam ini ditutup dengan alunan lagu Syukur karya H Mutahar.

(mul/ega)