3 Fakta Heboh JK Vs Rizal Ramli soal Gagal Jadi Menkeu

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 13 Nov 2020 20:55 WIB
Rizal Ramli di semarang, 2/3/2019
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Jakarta -

Beberapa hari lalu, Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan alasan Rizal Ramli (RR) tidak berhasil menjadi menteri keuangan pada periode pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pada saat itu, Rizal Ramli diisukan akan menjadi menteri keuangan. Namun, Rizal menilai sering dijegal oleh JK.

JK pun membela diri dalam wawancara di YouTube tersebut. Ia mengatakan alasan sebenarnya karena ada 11 pejabat eselon I Kementerian Keuangan termasuk Darmin Nasution yang menolak RR. Mereka mengancam akan meninggalkan jabatannya bila RR menjabat.

Pernyataan JK itu berbuntut panjang, hingga berujung pada aksi saling bela dari kubu RR dan Jubir JK. Berikut 3 Pembelaan masing-masing pihak terkait perkara tersebut:

1. Pembelaan Kubu RR

Mantan staf ahli Kemenko Maritim saat dipimpin Rizal Ramli, Bambang Susanto membela RR. Menurut Bambang sangat tidak masuk akal bila ada pejabat eselon I berani mempertaruhkan jabatan hanya karena tidak suka dengan figur menteri yang akan memimpinnya. Terlebih lagi eselon satu adalah puncak karir pegawai negeri sipil (PNS) dengan gaji yang cukup besar dengan berbagai fasilitas memadai.

"Pejabat eselon 1 itu puncak karir PNS dengan gaji yang cukup besar dan berbagai fasilitas yang memadai. Jadi, saya pikir tidak mungkin mereka mau mempertaruhkan jabatan hanya karena tidak suka dengan figur menteri yang akan memimpin mereka. Lagi pula pemilihan menteri kan bukan urusan eselon 1," ujar Bambang di keterangan tertulisnya yang diterima detikcom, Kamis (12/11/2020).

Bambang juga mengkritik pernyataan JK soal sikap Rizal Ramli yang dikesankan tak memahami persoalan dan kerap melontarkan kata-kata yang kasar kepada bawahannya.

"Selama saya pernah bekerja dengan Rizal Ramli, saya tak pernah dengar memaki bawahannya dengan sebutan kebun binatang. Kalau bicara tegas dan keras memang iya. Tapi, itu selalu ada kaitan dengan kerjaan, dan bukan berkata kasar," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3