Larangan Terbang Dicabut, Boeing 737 Max Mengudara Lagi di RI?

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 19 Nov 2020 14:37 WIB
A Boeing 737 MAX jet heads to a landing and past grounded 737 MAX jets behind at Boeing Field following a test flight Monday, June 29, 2020, in Seattle. The jet took off from Boeing Field earlier in the day, the start of three days of re-certification test flights that mark a step toward returning the aircraft to passenger service. The Federal Aviation Administration test flights over the next three days will evaluate Boeings proposed changes to the automated flight control system on the MAX, a system that activated erroneously on two flights that crashed, killing 346 people. (AP Photo/Elaine Thompson)
Ilustrasi/Foto: AP/Elaine Thompson
Jakarta -

Otoritas penerbangan Amerika Serikat (AS) atau Federal Aviation Administration (FAA) mengakhiri larangan terbang untuk Boeing 737 MAX. Meski begitu, larangan serupa belum serta merta berlaku di Indonesia.

Menurut Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Novie Riyanto, ada beberapa prosedur yang harus dilakukan untuk menerbangkan kembali armada tersebut. Artinya, dua maskapai yang punya armada jenis ini yakni Garuda Indonesia dan Lion Air juga belum bisa langsung menerbangkan pesawat Boeing 737 MAX tersebut.

"Untuk Indonesia kita mempunyai aturan, kita mempunyai suatu prosedur yang tetap harus dilakukan," ujar Novie di sela menghadiri Rapat Umum Anggota (RUA) INACA, Kamis (19/11/2020).

Novie tak menjabarkan prosedur apa yang harus dilalui dan butuh waktu berapa lama. Namun, ia menegaskan bahwa semua prosedur harus tuntas sebelum Boeing 737 MAX kembali mengudara di Indonesia.

"Jadi untuk bisa diterbangkan tentu saja kita akan melakukan suatu kegiatan sesuai peraturan perundangan yang sudah kita tentukan sebelumnya. Jadi tidak serta merta ya, tidak secara otomatis setelah FAA menyatakan ia layak terbang kemudian kita juga bisa melakukan penerbangan langsung," tegasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2