Nasib Boeing Digantung China

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 20 Nov 2020 21:45 WIB
737 Max: Budaya menutup-nutupi di Boeing disalahkan atas jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 dan Ethiopia Airlines
Ilustrasi/Foto: BBC World
Jakarta -

Boeing 737 Max akhirnya akan kembali mengudara di langit Amerika Serikat (AS). Namun, perusahaan masih menghadapi tantangan di pasar penerbangan China.

Melansir CNN, Jumat (20/11/2020), Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) belum mengatakan apakah akan mengizinkan 737 Max terbang di negaranya setelah Administrasi Penerbangan Federal AS memberi lampu hijau bagi pesawat untuk mengangkut penumpang awal pekan ini.

Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa yang mengawasi penerbangan di Eropa mengatakan pihaknya memperkirakan akan mengambil tindakan pada akhir Desember atau awal 2021.

Tapi persetujuan China sangat penting. Negara itu adalah yang pertama menghentikan 737 Max tahun lalu setelah dua jet jatuh dan merenggut ratusan nyawa. CAAC bulan lalu mengatakan bahwa mereka memiliki kriteria sendiri yang harus dipenuhi Boeing, termasuk jaminan bahwa perubahan pada desainnya aman dan andal.

"Selama mereka memenuhi persyaratan, kami senang melihat mereka melanjutkan penerbangan," kata Feng Zhenglin, direktur CAAC, bulan lalu pada konferensi pers di Beijing.

"Tapi jika tidak, kami harus melakukan pemeriksaan ketat untuk memastikan keamanan," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2