Ngeri! Dunia Dihantam 'Tsunami' Utang Rp 3.835 Kuadriliun

Anisa Indraini - detikFinance
Sabtu, 21 Nov 2020 06:50 WIB
G20 Sepakat Bekukan Utang Negara Miskin Selama Pandemi
Foto: DW (News)
Jakarta -

Pandemi virus Corona (COVID-19) telah membuat utang global naik ke level tertinggi. Jumlahnya sudah mencapai US$ 272 triliun atau sekitar Rp 3.835 kuadriliun (kurs Rp 14.100) pada kuartal III-2020.

Institute for International Finance (IIF) mengatakan utang global akan memecahkan rekor baru dalam beberapa bulan mendatang mencapai US$ 277 triliun atau sekitar Rp 3.900 kuadriliun pada akhir tahun. Jumlah itu mewakili rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) global sebesar 365%.

"Didorong oleh peningkatan tajam dalam pinjaman pemerintah dan perusahaan saat pandemi COVID-19 terus berlanjut, beban utang global meningkat sebesar US$ 15 triliun dalam tiga kuartal pertama tahun 2020 dan sekarang berada di atas US$ 272 triliun," kata IIF dalam laporan global terbarunya dikutip dari CNBC, Jumat (20/11/2020).

Di antara negara-negara maju, utang melonjak di atas 432% dari PDB pada kuartal III-2020, jumlah ini meningkat 50% dari tahun 2019. Amerika Serikat (AS) yang telah menerapkan salah satu paket stimulus terbesar di dunia, menyumbang hampir setengah dari kenaikan ini.

Di pasar negara berkembang, tingkat utang naik hingga lebih dari 248% dari PDB, dengan Lebanon, China, Malaysia, dan Turki mengalami kenaikan terbesar dalam utang sektor non-keuangan.

Bagaimana dengan utang Indonesia? Klik halaman selanjutnya>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2