Merger Gojek dan Grab Disebut Picu Monopoli, Apa Kata KPPU?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 08 Des 2020 17:05 WIB
Gojek-Grab Kawin
Foto: Gojek-Grab 'Kawin' (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Isu merger Gojek dan Grab menjadi perbincangan hangat beberapa hari terakhir. Banyak pihak yang menilai rencana merger ini bisa menimbulkan ancaman monopoli pada bisnis transportasi online.

Monopoli sendiri adalah persaingan usaha yang tidak sehat. Lalu apa kata Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) soal hal ini?

Komisioner sekaligus juru bicara KPPU Guntur Saragih menilai apabila merger Gojek dan Grab terjadi, kemungkinan menciptakan perusahaan dengan pangsa pasar yang besar. Pasalnya, saat ini saja kedua perusahaan menjadi pemimpin pasar transportasi online.

Namun, pihaknya tidak bisa melakukan penilaian lebih lanjut apakah ada indikasi atau praktik monopoli dalam upaya merger ini. Pasalnya, KPPU baru bisa meneliti hal itu bila ada laporan masuk.

"Terkait hal ini, kalau nanti merger Grab Gojek memang iya kalau dilihat market share keduanya ini pemimpin pasar dan besar. Lalu pelaku usahanya pun tidak banyak," ujar Guntur dalam konferensi pers virtual, Selasa (8/12/2020).

"Namun demikian kami tidak bisa berkomentar lebih lanjut karena kami rezimnya pos notifikasi, setelah ada pelaporan," katanya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2