Sri Mulyani Bicara Ekonomi Kuartal IV: -2,9% hingga -0,9%

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 21 Des 2020 14:35 WIB
Menkeu Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir bicara soal keberadaan Harley Davidson dan Brompton di pesawat Garuda. Menteri BUMN ungkap pemilik Harley itu.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bicara pertumbuhan ekonomi 2020. Pertama, ia bicara soal konsumsi masyarakat.

Konsumsi masyarakat pada kuartal IV-2020 outlook-nya berada di kisaran minus 3,6% hingga minus 2,6%. Hal ini dipengaruhi oleh peningkatan kasus COVID-19 dan pembatasan yang diperketat.

"Konsumsi masyarakat yang outlook untuk kuartal keempatnya tentu saja masih akan sampai dengan akhir Desember Masih pada kisaran antara minus 3,6% sampai minus 2,6%," tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers, Senin (21/12/2020).

Sri Mulyani mengatakan, pertumbuhan konsumsi di keseluruhan 2020 masih minus 2,7% hingga minus 2,4%.

"Keseluruhan tahun konsumsi rumah tangga ada di minus 2,7% hingga minus 2,4%. Ini yang menjadi salah satu penyebab kenapa kita melakukan revisi terhadap proyeksi ekonomi tahun 2020 yang agak sedikit menurun yaitu di minus 2,2% hingga minus 1,7%," tuturnya.

Kemudian konsumsi pemerintah untuk keseluruhan tahun diperkirakan berada di kisaran minus 3,1% hingga minus 0,3%. Sedangkan di kuartal IV-2020 mengalami kontraksi.

"Sementara konsumsi pemerintah yang sudah melakukan kerja sangat ekstra keras di kuartal III untuk keseluruhan tahun, masih ada di kisaran antara minus 3,1% untuk keseluruhan tahun ada di kisaran minus 0,3% hingga 0,3 positif," tuturnya.

Sri Mulyani menambahkan, untuk investasi masih mengalami kontraksi di kisaran 4% yaitu kuartal IV minus 4,3% hingga 4,0%, sehingga keseluruhan tahun untuk investasi masyarakat atau dunia usaha ada di minus 4,5% hingga minus 4,4%.

"Ekspor yang mengalami perbaikan yang cukup baik terutama nanti kami sampaikan pada bulan November sehingga outlook untuk kuartal IV ada di negatif 2,6% bahkan bisa sedikit di bawah nol yaitu minus 0,6%, sehingga keseluruhan tahun ekspor akan ada di kisaran minus 6,2% hingga 5,7% negatif," tutur Sri Mulyani.

Terkait impor, masih mengalami kontraksi pada kuartal III. Sedangkan pada kuartal terakhir 2020 sudah menunjukkan perbaikan.

"Pada Kuartal keempat sudah mulai menunjukkan arah pembalikan yaitu di negatif 18,3%, hingga negatif 15,5%, sehingga sekarang keseluruhan agregat demand kita sudah menunjukkan pembalikan atau arah menuju pemulihan yang konsisten dibandingkan terutama kuartal II," tuturnya.

Sri Mulyani mengatakan outlook ekonomi kuartal IV-2020 adalah minus 2,9% hingga minus 0,9%. Sedangkan full year perkiraannya minus 2,2% hingga minus 1,7%.

"Dan oleh karena itu keseluruhan tahun outlook untuk kuartal keempat adalah negatif 2,9% hingga negatif 0,9%. Dan keseluruhan tahun 2020 outlook adalah di minus 2,2% hingga minus 1,7%," katanya.

(toy/ara)