Yusril Protes Bea Cukai, Kiriman dari Jepang Tertahan di Bandara

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 21 Des 2020 15:15 WIB
Kuasa hukum capres Joko Widodo dan Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra (kanan) mengunjungi narapidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir (tengah) di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat , Jumat (18/1/2019). Abu Bakar Baasyir akan dibebaskan dengan alasan kemanusiaan karena usia yang sudah tua dan dalam keadaan sakit serta memerlukan perawatan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/pras.
Foto: Dok.detikcom
Jakarta -

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menuliskan protes ke Direktorat Bea dan Cukai Kementerian Keuangan melalui Twitter. Ia mengatakan, dirinya dikirimkan produk makanan dan minuman dari Jepang tapi tak kunjung sampai karena tertahan di Gudang Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta (Soetta).

"Mohon perhatian kepada Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan atas lambatnya pelayanan kiriman barang-barang dari LN (luar negeri). Barang-barang kami (makanan, teh, dll) yang dikirim dari keluarga di Jepang tertahan lebih dari seminggu di Gudang Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta tanpa kejelasan," tulis Yusril melalui akun Twitter @Yusrilihza_Mhd seperti yang dikutip detikcom, Senin (21/12/2020).

Yusril menambahkan, dirinya sudah mengontak pihak ekspedisi. Namun, penjelasan dari pihak ekspedisi ialah paket tertahan di gudang Bea dan Cukai akinat pandemi virus Corona (COVID-19).

"Kami sudah berulang kali bertanya ke DHL sebagai kurir, namun mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa karena barang-barang kiriman dari LN kini menumpuk di gudang. Sebagian malah belum diinput ke sistem sehingga harus dicari-cari dulu di gudang. Alasan yang kami terima katanya lagi pandemi," tulisnya lagi.

Ia pun khawatir akan paket untuknya itu terlanjur rusak karena tertahan lama di gudang.

"Konon karena pandemi petugas Bea dan Cukai WFH. Satu hari masuk, satu hari WFH. Kalau memang demikian, tentu saja barang-barang kiriman akan menumpuk di bandara. Kalau isinya makanan isinya tentu rusak. Mohon perhatian Bea Cukai," tegas dia.

Kemudian, akun Twitter Bea dan Cukai Kemenkeu pun membahas cuitan Yusril.

"Selamat pagi Pak Yusril. Mohon diinformasikan nomor resinya melalui DM untuk kami cek lebih lanjut," tulis akun @beacukaiRI.

(eds/eds)