Penumpang Pesawat Membludak saat Libur Nataru, Tembus 123.000 Per Hari

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 30 Des 2020 15:19 WIB
Puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru 2020 di Bandara Soekarno Hatta terjadi pada Rabu (23/12/2020). Jumlah penumpang pesawat mencapai 85.000 orang.
Foto: Antara Foto
Jakarta -

Libur natal dan tahun baru (Nataru) 2020/2021 disebut menjadi momen yang mampu menarik penumpang terbanyak selama masa pandemi COVID-19. Setidaknya demikian yang dialami oleh 15 bandara PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I. Bandara AP I selama masa libur Nataru ini tercatat mampu menarik lebih dari 123.000 penumpang per hari.

Sebelum adanya masa pandemi, 15 bandara AP I disebut mampu menarik hingga sekitar 223.000 penumpang per harinya. Maka, dapat dikatakan bahwa pertumbuhan traffic yang terjadi selama masa libur Nataru ini sudah mencapai 45% dari kondisi normalnya.

"Kita mengalami kondisi per hari penumpang yang sangat tinggi itu ada di tanggal 23 dan 24 Desember kemarin di mana per hari kita menembus lebih dari 123.000 di 15 bandara. Dengan kondisi 123.000 per hari ini adalah traffic tertinggi di bandara AP I selama pandemi COVID-19," ujar Direktur Utama AP I Faik Fahmi dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (30/12/2020).

Dengan demikian, total penumpang di 15 bandara AP I pada periode 18-29 Desember adalah mencapai 1.230.488 penumpang. Adapun peningkatan penumpang paling banyak terjadi di 3 bandara AP I yaitu Bandar Udara Sultan Hasanuddin Ujung Pandang, Bandar Udara International Juanda Surabaya dan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Denpasar.

"Dari 15 bandara AP I ini pertumbuhan traffic paling tinggi itu ada di 3 tempat yaitu di Ujung Pandang karena di periode tanggal 18-29 Desember ini membukukan penumpang sampai dengan 259.418 orang. Kemudian Surabaya posisi kedua yaitu sekitar 226.041 orang. Yang ketiga adalah Denpasar 150.495 orang," paparnya.

Biasanya Bandara Internasional Ngurah Rai Denpasar menarik paling banyak pergerakan penumpang di masa-masa Nataru tersebut. Akan tetapi, sejak adanya pandemi, bandara ini tak lagi melayani penerbangan internasional. Alhasil, begitu berpengaruh pada pergerakan orang di bandara secara menyeluruh.

"Nah biasanya Denpasar melayani traffic tertinggi tapi memang karena tidak adanya penerbangan internasional maka posisinya tidak lebih baik dari Ujung Pandang dan Surabaya," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2