Sri Mulyani Ungkap 39 Anak Buahnya Meninggal Akibat COVID-19

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 06 Jan 2021 18:35 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) didampingi Wamenkeu Suahasil Nazara (kanan) mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2020). Raker tersebut membahas Laporan Keuangan Kementerian Keuangan pada APBN 2019. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww.
Foto: ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARI
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut sudah ada 39 pegawai Kementerian Keuangan atau anak buahnya yang meninggal dunia akibat COVID-19. Hal tersebut tercatat selama tahun 2020.

Sri Mulyani mengungkapkan, jumlah pegawai Kementerian Keuangan yang terinfeksi virus COVID-19 ini ada sebanyak 1.171 orang. Dari jumlah tersebut paling banyak pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

"Jumlah meninggal di Kemenkeu telah capai 39 orang, meningkat dari 37, di mana DJP ada 22 orang meninggal," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers tentang realisasi pelaksanaan APBN tahun anggaran 2020 secara virtual, Rabu (6/1/2021).

Sri Mulyani menjelaskan, banyaknya pegawai Kementerian Keuangan khususnya Direktorat Jenderal Pajak karena risiko pekerjaan di tengah pandemi COVID-19. Para pegawai otoritas pajak nasional tetap bekerja mengumpulkan penerimaan.

"Seluruh teman-teman Kemenkeu juga sama seperti masyarakat, hadapi risiko COVID. Sehingga sampai hari ini sudah 1.171 konfirmasi kasus COVID yang ada di lingkungan Kemenkeu. Tentu dalam hal ini, paling besar di pajak," katanya.

Meski demikian, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengapresiasi seluruh pegawai Kementerian Keuangan. Sebab, kerja kerasnya di tahun 2020 membuahkan hasil yang baik salah satunya dari sisi penerimaan pajak.

"Langkah-langkah yang dilakukan teman-teman DJP untuk bisa menjalankan tugas, jaga penerimaan negara sangat menantang," ungkapnya.

(hek/fdl)