Jumlah Pengangguran AS Tembus 4 Juta Orang dalam 6 Bulan

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 11 Jan 2021 09:52 WIB
Bendera AS
Bendera AS/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Jutaan orang Amerika Serikat (AS) sejauh ini disebut telah kembali bekerja. Namun, hampir 4 juta pekerja telah menganggur selama 6 bulan. Angka itu naik dari 2,4 juta orang pada September 2020.

Menurut Profesor Ekonomi Howard University William Spriggs, jika semakin lama seseorang menjadi pengangguran, akan semakin sulit mereka mendapatkan pekerjaan baru. Hal itu akan mengakibatkan lambatnya pemulihan ekonomi Negeri Paman Sam.

"Mereka terjebak dan mulai menghadapi diskriminasi. Pengusaha menganggap orang yang lama menganggur telah sedikit memiliki keahlian," kata Spriggs dikutip dari CNN, Senin (11/1/2021).

Spriggs mengatakan jumlah pengangguran akan terus meningkat pada 2021 ini. Menurutnya masalah ini akan sulit dihadapi oleh Presiden AS terpilih Joe Biden, terutama jika ingin memulihkan tingkat tenaga kerja ke angka 6,7%.

Dalam data Biro Statistik Tenaga Kerja AS, setengah dari total pengangguran jangka panjang berasal dari industri rekreasi dan perhotelan. Serta seperempat di antaranya berasal dari dunia pendidikan, kesehatan, perdagangan grosir, dan eceran.

Tidak hanya itu, kesulitan mendapatkan pekerjaan juga akan berdampak pada pekerja berketerampilan tinggi dan rendah di posisi pekerjaan manajemen, profesional, dan penjualan. Namun pekerja di industri jasa masih akan bernasib baik.

Pengangguran jangka panjang lainnya ada dari kalangan minoritas seperti orang kulit hitam dan Asia yang bekerja di AS. Lebih dari 40% tercatat telah menganggur selama setahun

Menurut data federal AS, kalangan wanita lebih mungkin menjadi pengangguran jangka panjang, terutama di antara usia 25 hingga 44 tahun.

Menyadari banyak orang AS mengalami kesulitan mencari pekerjaan baru, Kongres AS bulan lalu memperpanjang dua program stimulus pengangguran pandemi selama 11 minggu.

Anggota parlemen juga menyetujui stimulus senilai US$ 300 per orang yang akan diberikan hingga pertengahan Maret 2021. Stimulus itu untuk melanjutkan bantuan yang sebelumnya senilai US$ 600 per orang yang telah berakhir pada Juli lalu.

Menurut data dari federal AS sekitar 8,4 juta pekerja telah mengklaim tunjangan dalam program Kompensasi Pengangguran Darurat Pandemi per Desember 2020. Sebanyak 4,5 juta orang AS lainnya menerima bantuan melalui program Bantuan Pengangguran Pandemi, bantuan itu diperuntukkan bagi orang yang tidak memenuhi syarat pada stimulus utama, seperti pekerja lepas, pekerja pertunjukan, dan wiraswasta.

(ara/ara)