ADVERTISEMENT

Pembatasan Bikin Bisnis Makanan Babak Belur, Begini Biar Selamat

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 11 Jan 2021 15:09 WIB
Tuyul Online
Foto: Tuyul Online (Tim Infografis: Luthfy Syahban)
Jakarta -

Industri F&B di Indonesia terpukul keras akibat pandemi COVID-19 sejak diberlakukannya berbagai pembatasan oleh pemerintah demi meminimalisir transmisi virus agar tidak semakin luas penyebarannya. Masyarakat pun lebih memilih untuk makan di rumah dibandingkan dengan dine-in di restoran dan menghindari berbagai kafe, coffee shop atau bar/lounge yang biasanya dipadati oleh konsumen setiap harinya.

Melihat dampaknya yang cukup masif, pelaku di industri F&B harus gencar berinovasi dan melakukan transformasi ke ranah digital secara cepat agar tetap dapat memenuhi kebutuhan para pelanggannya meski mereka tidak dapat berkunjung ke outlet F&B tersebut.

Menurut Gunawan Woen CEO Esensi Solusi Buana (ESB), penurunan penjualan paling besar terlihat saat PSBB di bulan April dan mulai menunjukan tren positif setelah PSBB mulai dilonggarkan. "Namun, penjualan tersebut belum pulih ke kondisi "normal", karena sebagian besar hanya dapat memulihkan sekitar 40 hingga 50% dari penjualan normal mereka," jelasnya.

Industri F&B dapat dibilang salah satu industri yang lambat mengadopsi teknologi karena ketergantungannya dengan interaksi tatap muka dalam memberikan layanan. Masa pandemi ini menjadi momen yang pas untuk mendorong restoran dan dapur rumahan mengadopsi teknologi agar terus efisien dan bisnis restoran dapat fokus mengembangkan aspek lain bisnisnya.

Xendit, sebagai perusahaan finansial teknologi yang fokus di bidang pembayaran, bekerja sama dengan ESB, sebuah food technology startup yang memenuhi kebutuhan teknologi bisnis restoran secara end-to-end, hadir untuk membantu para pelaku bisnis F&B terutama restoran melakukan transisi dan mengalihkan penjualannya secara online di masa pandemi ini.

Melalui kerjasama Xendit dengan ESB diharapkan restoran-restoran di Indonesia akan dapat meningkatkan efisiensi dalam hal operasional juga biaya, terutama dalam hal integrasi layanan secara online, mulai dari pembuatan pesanan, POS, pembayaran, hingga pengiriman.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT