Sengit! Kejar-kejaran Bea Cukai Vs Mafia Rokok Ilegal di Kepri

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 18 Jan 2021 06:28 WIB
Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) menunjukan hasil penindakan rokok ilegal merek SUV sebanyak 11.266.600 batang di Jakarta, Jumat (30/9/2016). Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi turut menyaksikan jutaan batang rokok ilegal sebelum dimusnahkan.  (Ari Saputra/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Satgas patroli laut Bea Cukai Wilayah Khusus Kepulauan Riau dan Bea Cukai Tembilahan terlibat aksi kejar-kejaran dengan mafia penyelundup rokok ilegal. Kejadian itu terjadi pada Jumat (15/01).

Ada 4 buah kapal high speed craft (HSC) bermesin 6 x 250 PK tanpa nama dan satu buah kapal bermuatan orang banyak yang membawa rokok selundupan di perairan Pulau Buluh, Riau. Keempat kapal itu dikejar oleh Satgas patroli laut Bea Cukai.

Peristiwa ini bermula dari kecurigaan petugas atas adanya pergerakan empat HSC yang beriringan dan cocok dengan informasi intelijen yang diperoleh. Petugas kemudian sudah melakukan pembuntutan sejak dari perairan Pulau Medang Lingga. Namun, petugas tidak berhasil melakukan pencegatan.

"Sekitar pukul 09.30 WIB, kapal patroli Bea Cukai kembali mengidentifikasi keberadaan HSC yang membawa rokok ilegal di perairan Sungai Bela, Indragiri Hilir dari arah Kuala Lajau. Setelah meyakini, petugas memerintahkan HSC tersebut untuk berhenti namun tidak dipatuhi dan bahkan berusaha untuk menabrak kapal patroli petugas," ungkap Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Syarif Hidayat dalam siaran persnya, Sabtu (16/1/2021).

Mendapati keempat HSC tersebut melakukan perlawanan, petugas Bea Cukai memberikan peringatan melalui sirine dan perintah lisan melalui pengeras suara, namun HSC disebut tidak memperdulikan. Kapal BC 10009 terus melakukan pengejaran terhadap HSC yang masuk ke arah Sungai Belah.

"HSC tersebut berupaya menabrak kapal BC 10009, meskipun demikian Kapal BC 10009 tetap melakukan pengejaran hingga akhirnya anak buah kapal satu dari empat HSC tersebut kabur dengan cara melompat ke air," kata Syarif.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Bea Cukai didapati sejumlah tumpukan karton berisi rokok ilegal yang ditutupi terpal. Tidak berhenti di situ, kata Syarif, sekitar pukul 09.40 WIB dua kapal HSC lainnya yang sebelumnya sudah kabur justru kembali ke arah HSC yang tengah diperiksa petugas Bea Cukai.

"Jadi jelas ada niatan untuk merebut kembali HSC dan rokok selundupan yang sudah dikuasai Bea Cukai" Kata Syarif menambahkan.

Selanjutnya
Halaman
1 2