Bisnis Jualan Baja RI Masih Bisa Cuan di Tengah Pandemi, Begini Datanya

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 20 Jan 2021 14:06 WIB
PT Steel Pipe Industry of Indonesia di Karawang Jawa Barat, Selasa (17/11/2015). Pabrik Spindo Karawang ini menghasilkan pipa baja untuk mendukung industri otomotif, infrastruktur, furniture, properti hingga industri minyak dan gas dengan menggunakan mesin baru yang dapat menghasilkan 4800 ton pipa baja dalam sebulan dari yang biasanya hanya bisa memproduksi 3500 ton. Sedangkan penjualannya hingga akhir Oktober 2015 ini sudah mencapai 313.924 ton dan akan terus bertambah hingga akhir Desember 2015 sebesar 80.000 ton. Rachman Haryanto/detikcom.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Tahun 2020 Indonesia dihantam Pandemi COVID-19, memberikan imbas yang sangat berdampak di berbagai industri tidak terkecuali PT Krakatau Niaga Indonesia (KNI) yang merupakan anak usaha PT Krakatau National Resources (KNR) ikut melewati masa yang sangat sulit tetapi masih bisa memberikan hasil yang sangat memuaskan dan sekarang memasuki tahun 2021 dengan lebih Optimis untuk bisa terus memberikan hasil yang terbaik.

"Kami menutup tahun 2020 dengan sangat memuaskan dengan pencapaian penjualan yang meningkat dari 103.000 MT di tahun 2019 menjadi 133.800 MT di tahun 2020, atau peningkatan sebesar 30%. Momentum yang sangat baik ini akan terus kami lanjutkan di tahun 2021", kata Hari Subuh Sasongko Direktur Utama PT KNI di Jakarta (20/01/2021).

Ia kemudian menjelaskan, pengembangan bisnis PT KNI di tahun 2021 akan fokus pada hilirisasi yaitu bersama mitra bisnis pabrikan (Manufacturer), KNI akan menjual produk hilir dengan brand Karakatau Steel (KS).

Dengan semakin banyaknya brand KS yang akan diluncurkan di market, diharapkan akan meningkatkan image KS sebagai Brand Leader yang dekat dengan konsumennya dan sebagai produsen terbesar Baja berkualitas tinggi di Indonesia.

"PT KNI memiliki visi untuk menjadi 'Steel Centre and Trading' yang paling efisien atas produk Baja terbesar di Indonesia, dimana kami akan selalu berusaha untuk memenuhi semua kebutuhan pelanggan dengan memberikan solusi dan nilai tambah dari produk yang kami jual kepada pelanggan," tambah Hari.

Hari juga menambahkan pengembangan bisnis juga dilakukan melalui jasa potong sehingga Pelanggan PT KNI yang membutuhkan produk baja dalam bentuk lembaran/sheet dapat dipenuhi disamping dalam bentuk Coil yang selama ini sudah dilakukan.

"Kami yakin dengan semakin membaiknya kondisi perekonomian di tahun 2021 sejalan dengan mulai dilakukan vaksinasi COVID-19 oleh pemerintah dimana diharapkan roda perekonomian akan bergulir lagi dalam waktu yang tidak lama, kebutuhan baja di Indonesia akan makin meningkat dan kontribusi PT KNI atas supply baja di Indonesia akan makin meningkat lagi di tahun 2021", ucapnya.

Ia berharap, apabila trend positif ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya, PT KNI dalam waktu dekat merencanakan untuk masuk ke Bursa Efek Indonesia dengan menawarkan saham perdana ke masyarakat melalui IPO (Initial Public Offering).

"Untuk itu kami akan terus bersinergy dengan induk perusahaan kami PT Krakatau National Resources dan PT Krakatau Steel dalam menjamin ketersediaan kebutuhan baja di Indonesia serta didukung penuh oleh Sumber Daya Manusia (SDM) serta system IT yang terintegrasi untuk bersama membangun Indonesia yang kita cintai", tutupnya.

(dna/dna)