Bagaimana Tren Belanja Online di Tengah Pandemi? Begini Datanya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 20 Jan 2021 15:46 WIB
Bisnis online
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pembelian sejumlah barang di masa pandemi mengalami peningkatan. PT Akulaku Silvrr Indonesia mencatat adanya kenaikan transaksi cicilan yang signifikan pada pembelian sejumlah kategori sepanjang 2020.

Direktur Akulaku Herryson mengungkapkan kategori produk elektronik, fashion pria dan furnitur mengalami peningkatan. Angka ini melonjak 100% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Herryson mengungkapkan produk elektronik menempati urutan pertama dalam kategori barang yang paling diburu. Harga produk elektronik yang tinggi membuat konsumen bertransaksi dengan memanfaatkan opsi cicilan Akulaku.

Kemudian furnitur juga mengalami kenaikan yakni lebih dari 650% pada periode November hingga Desember 2020. "Lonjakan permintaan pada kategori tersebut bukan hanya didominasi brand besar yang akrab di telinga masyarakat. Produk UMKM dengan kualitas yang bersaing juga naik signifikan," jelas dia dalam keterangan resmi, Rabu (20/1/2021).

Menurut dia kenaikan furnitur ini mencerminkan kebiasaan masyarakat yang berubah dengan banyak waktu di rumah. Masyarakat jadi meningkatkan kenyamanan dengan cara mendekorasi ulang dan menambah perabot rumah di tengah kondisi pembatasan sosial.

Dari kategori barang home and living setidaknya ada lima perlengkapan dan perabotan rumah tangga yang paling dicari pengguna Akulaku di sepanjang 2020.

Di antaranya adalah rak penyimpanan, sofa, spring bed, perlengkapan dapur dan kasur busa. Kebiasaan baru yang serba membatasi interaksi fisik turut mendorong konsumen untuk memperoleh berbagai perlengkapan sehari-hari di rumah melalui platform daring.

Selain itu jumlah merchant pada kategori fashion pria juga mengalami peningkatan sebesar 6 kali lipat.

Kemudian jumlah merchant pada kategori furnitur mengalami kenaikan 2 kali lipat. Sedangkan elektronik yang terhubung dengan Akulaku mengalami pertumbuhan 100%.

Sementara itu jumlah pelaku usaha baru yang terhubung sepanjang 2020 tercatat 3.000 usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Herryson menyebutkan Akulaku berkomitmen untuk terus meningkatkan dukungan kepada UMKM dengan memberikan pendampingan kepada mitra merchant dalam mengoptimalkan peluang selama masa pandemi.

Akulaku juga melakukan inisiatif kampanye promosi yang bergulir secara periodik di sepanjang tahun, melainkan juga dengan melakukan kurasi barang yang akan sesuai dengan tema promosi, memberikan rekomendasi trend kategori barang terlaris serta strategi penetapan harga (pricing strategy) di dalam platform Akulaku.

"Dengan demikian, mitra merchant dapat memanfaatkan momentum lonjakan pengunjung untuk mengoptimalkan transaksi penjualan mereka tanpa beban biaya yang signifikan," jelas dia.

Akulaku melihat perubahan kebiasaan masyarakat turut berperan dalam mengakselerasi adopsi berbagai layanan digital, tak terkecuali layanan pembiayaan. Penggunaan fitur cicilan belanja Akulaku yang bekerjasama dengan PT Akulaku Finance Indonesia, juga turut mendukung penjualan merchant selama masa pandemi ini.

"Pada masa pandemi ini kami melihat semakin banyak pelaku UMKM yang bergabung dengan Akulaku dan mulai memaksimalkan platform e-commerce untuk berjualan secara online (daring). Akulaku akan terus mendukung para pelaku UMKM untuk berjualan secara online dan memenuhi kebutuhan masyarakat melalui berbagai inovasi dan peningkatan pelayanan yang prima," jelas dia.

(dna/dna)