Pertama Kali dalam Sejarah, Pabrik Tempe RI Dibuka di China

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 21 Jan 2021 12:57 WIB
Perajin pembuat tempe mengolah kacang kedelai dalam proses pembuatan tempe di pabrik rumahan, Sunter Jaya, Jakarta Utara, Selasa (31/7). Menurut perajin tempe, menjelang Asian Games mereka mengeluhkan peraturan pemprov DKI Jakarta yang mengharuskan mereka harus berhenti produksi saat Asian Games 2018 di Jakarta dimulai, karena perajin tempe diduga
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indonesia untuk pertama kalinya punya pabrik tempe di China. Pabrik itu dinamakan Rusto Tempeh dengan bendera Seastar Foods Co Ltd yang bertempat di kawasan food processing di Songjiang distric, Shanghai yang diresmikan Selasa (19/1) lalu.

Inisiasi pendirian pabrik itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia di China yang cukup besar dan untuk mempromosikan tempe sebagai salah satu ikon penting produk makanan Indonesia di negara tersebut.

"Seastar Foods menyampaikan apresiasi dan merasa bangga kepada pihak pimpinan perusahaan dan timnya yang sudah berhasil membuka jalan dalam mempromosikan tempe sebagai makanan khas Indonesia di pasar China melalui Shanghai," kata Duta Besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun dalam keterangan tertulis yang dikutip detikcom, Kamis (21/1/2021).

Sebenarnya tempe sudah banyak dijual di pasar online China seperti Taobao dan Alibaba.com yang menjual berbagai produk makanan Indonesia. Namun jumlahnya masih terbatas dan hanya dikenal oleh kalangan penggemar makanan tempe yang merantau ke Negeri Tirai Bambu tersebut.

"Keberadaan pabrik tempe di Tiongkok menunjukkan kecintaan anak bangsa untuk mempromosikan kuliner Indonesia melalui tempe sebagai wujud nyata tidak saja diplomasi ekonomi Indonesia di Tiongkok, juga menjadi tools dalam diplomasi kuliner Indonesia memasuki pasat kuliner Tiongkok yang begitu besar dan terbesar di dunia saat ini," ucapnya.

Djauhari berharap kehadiran pabrik tempe ini bisa menjadi salah satu food print kuliner Indonesia di China.

"Kami mengharapkan dukungan besar dari seluruh masyarakat Indonesia di Shanghai, baik dari KJRI, para pengusaha dan perwakilan perusahaan Indonesia di Shanghai, serta para pelajar dan mahasiswa serta seluruh kalangan diaspora pemerhati Indonesia yang menjadi roda pendorong dan mempromosikan tempe di kalangan masyarakat Tiongkok," ungkapnya.

(eds/eds)