Menaker Ungkap Sembilan Strategi Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan

Erika Dyah Fitriani - detikFinance
Selasa, 26 Jan 2021 16:29 WIB
Menaker Ida Fauziyah
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah melaksanakan sembilan lompatan besar. Hal ini dilakukan sebagai strategi guna menghadapi tantangan ketenagakerjaan kedepan.

Ida merinci kesembilan lompatan besar tersebut yakni reformasi birokrasi, ekosistem digital siap kerja, transformasi Balai Latihan Kerja (BLK), link and match ketenagakerjaan, transformasi kewirausahaan, pengembangan talenta muda, perluasan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI), visi baru hubungan industrial, dan reformasi pengawasan.

Ida mengungkap kesembilan strategi tersebut pada acara penandatanganan nota kesepahaman Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang dengan 19 perusahaan dan dunia usaha mitra pendamping lulusan pelatihan BBPLK Semarang di Semarang.

"Dari sembilan lompatan tersebut ada beberapa langkah yang implementasinya ada di BLK yaitu transformasi BLK dan link and match ketenagakerjaan. Sampai saat ini, BLK juga sudah melaksanakan transformasi BLK yaitu Reorientasi, Revitalisasi dan Rebranding, " kata Ida dalam keterangan tertulis, Selasa (26/1/2021).

Lebih lanjut Ida mengatakan, BLK kini mulai berkembang melalui program unggulan dan didukung dengan instruktur yang kompeten di bidangnya. Juga dengan sarana prasarana sesuai perkembangan teknologi mutakhir. Menurutnya, BLK kini tak lagi sekadar pelatihan program dasar saja.

Ida pun mencontohkan, BBPLK Semarang yang semula hanya pelatihan operator garmen atau menjahit dasar, kini sudah berkembang menjadi program pelatihan desain busana. Lulusannya pun tak hanya bisa menjadi seorang pekerja, tetapi dapat menjadi seorang entrepreneur muda.

"Alumni pelatihan pun dapat secara mandiri mengikuti kegiatan fashion show, baik kategori lokal di daerah masing-masing, maupun kegiatan nasional seperti Muslim Fashion Festival. Bahkan karya alumni peserta BBPLK Semarang ada yang sudah mengikuti kegiatan fashion show berskala internasional di Paris," ujar Ida.

Ida menegaskan kerja sama pentingnya pendampingan perusahaan dan dunia usaha bagi lulusan pelatihan BBPLK Semarang untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan. Salah satunya dengan menjembatani industri sebagai penerima kerja dengan masyarakat sebagai pencari kerja.

Melalui kerja sama tersebut, Ida berharap dapat menghasilkan alumni BLK yang kompeten, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, sikap, maupun etos kerja yang dapat memenuhi kebutuhan industri. Sebab menurutnya, hal ini akan memudahkan industri dalam merekrut tenaga kerja sesuai dengan kualifikasi persyaratan yang dibutuhkan juga menghasilkan kesesuaian (matching) antara supply (penawaran) dan demand (permintaan) tenaga kerja.

"Target lainnya, agar para alumni dapat terus berkarya, mengembangkan kompetensi yang dimiliki baik dengan bekerja di industri maupun berwirausaha," jelas Ida.

Oleh karena itu Ida menilai kolaborasi antara industri dan dunia usaha dengan BLK sangat penting dalam rangka mengatasi masalah ketenagakerjaan, khususnya pengangguran di Indonesia.

"Semoga penandatanganan MoU antara BBPLK Semarang dengan perusahaan dan dunia usaha mitra pendamping lulusan pelatihan BBPLK Semarang dapat terus membawa manfaat serta bersinergi dalam mengatasi masalah pengangguran dan ketenagakerjaan," tutur Ida.

Dirjen Binalattas Kemnaker Budi Hartawan yang juga hadir mengungkap tujuan kerja sama dengan perusahaan dan mitra pendamping lulusan pelatihan BBPLK Semarang adalah tak hanya untuk mengurangi pengangguran. Tapi juga demi peningkatan kualitas kerja alumni pelatihan agar mereka memiliki kompetensi baru yang diperlukan dunia usaha.

"Kami harap peserta pelatihan terpilih menjadi lulusan kompeten dan sukses serta terserap di dunia usaha," pungkas Budi.

(ega/ega)