Ramai Lagi Karena Vtube, Apa Sih Skema Ponzi?

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 28 Jan 2021 16:08 WIB
Podcast: Menyingkap Wajah Asli VTube (Bersama Tongam L Tobing)
Foto: Tim Infografis/Luthfy Syahban
Jakarta -

Belakangan ini khalayak diramaikan soal aplikasi Vtube. Banyak masyarakat bahkan artis Indonesia yang terlibat memasarkan penggunaan aplikasi yang dikritik karena dinilai mirip dengan skema ponzi.

Banyak kalangan yang mengkhawatirkan cara kerja aplikasi Vtube karena mirip dengan skema ponzi. Skema ponzi atau piramida ini pernah terjadi dan sempat menghebohkan tanah air dalam beberapa tahun belakangan.

Vtube sendiri merupakan aplikasi milik PT Future View Tech. Aplikasi ini mendapat cap ilegal dari Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Vtube merupakan aplikasi periklanan yang disebut bisa mendatangkan uang kepada para penggunanya yang menonton iklan di aplikasi tersebut.

Meski banyak kalangan yang menilai aplikasi Vtube ini menjalankan skema ponzi, pihak Vtube sendiri telah membantah tuduhan tersebut, Mereka mengatakan saat ini sedang mengurus izin kegiatan usahanya.

Agar tidak terperangkap lebih dalam pada aplikasi yang dicap ilegal ini, ada baiknya detikers mempelajari terlebih dahulu apa itu skema ponzi.

Dari catatan detikcom, Kamis (28/1/2021), skema ponzi merupakan praktik yang memberikan keuntungan untuk investor dari uang sendiri atau dibayarkan oleh investor berikutnya.

"Artinya, skema ponzi ini tidak punya bisnis apapun yang dijalankan. Hanya menarik anggota baru untuk mendapatkan dananya, lalu diputar-putar itu dana yang disetor," kata perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini kepada detikcom, Jakarta, Sabtu (18/1/2020).

Dengan skema ponzi, biasanya investor baru akan mendapat iming-iming keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan investasi lain dalam jangka pendek.

Padahal, kelangsungan dari keuntungan yang tinggi itu membutuhkan pemasukan dari uang investor baru, ini menjaga skema tersebut agar terus berjalan.

"Jadi itu tinggal tunggu waktu jatuh saja yang bentuk piramida terbalik itu, karena bawahnya tidak mampu menopang. Kalau pasar sudah jenuh, tidak mampu menjaring anggota baru, itu langsung collapse," jelasnya.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2