Facebook Bantu Program Vaksinasi, Sediakan Rp 1,68 T untuk Iklan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 09 Feb 2021 21:45 WIB
HANOVER, GERMANY - JUNE 12: The Facebook logo is displayed at the 2018 CeBIT technology trade fair on June 12, 2018 in Hanover, Germany. The 2018 CeBIT is running from June 11-15. (Photo by Alexander Koerner/Getty Images)
Foto: Alexander Koerner/Getty Images
Jakarta -

Media sosial Facebook mengumumkan akan menjalankan kampanye besar-besaran mengenai vaksinasi COVID-19. Facebook akan membantu memberikan informasi yang valid soal vaksinasi berikut tata caranya.

Head of Health Facebook, Kang-Xing Jin mengatakan, pihaknya akan membantu pejabat publik untuk memberikan informasi mengenai vaksinasi.

"Saat pejabat publik mengeluarkan informasi tentang ketersediaan vaksin COVID-19, kami akan membantu orang menemukan di mana dan kapan mereka bisa divaksinasi," katanya melalui unggahan di blog resmi Facebook seperti dikutip detikcom, Selasa (9/2/2021).

Mulai pekan ini di Amerika Serikat (AS), Facebook akan menampilkan tautan Pusat Informasi COVID-19 ke situs Kementerian Kesehatan. Hal ini untuk membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi apakah mereka memenuhi syarat vaksinasi serta tata cara mendapatkannya.

"Dan dalam beberapa minggu mendatang, dengan semakin banyaknya informasi yang tersedia, kami akan terus memperluas fitur ini ke lebih banyak negara dan menyempurnakannya untuk memudahkan orang mengetahui di mana dan kapan mereka dapat divaksinasi hanya dalam beberapa ketukan," katanya.

Facebook juga akan bekerja sama dengan organisasi kesehatan dan pimpinan komunitas untuk menjalankan kampanye guna memberikan memberikan informasi yang akurat tentang vaksin COVID-19. Serta mendorong orang untuk divaksinasi.

Tak hanya itu, Facebook juga menyediakan kredit iklan senilai US$ 120 juta atau setara Rp 1,68 triliun (kurs Rp 14.000) untuk membantu Kementerian Kesehatan hingga LSM.

"Kami memberikan kredit iklan senilai US$ 120 juta untuk membantu Kementerian Kesehatan, LSM, dan badan-badan PBB menjangkau miliaran orang di seluruh dunia dengan vaksin COVID-19 dan informasi kesehatan mengenai pencegahan," paparnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2