Subsidi Belum Dilanjutkan, Bye-bye Tiket Pesawat Murah

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 15 Feb 2021 12:16 WIB
Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) resmi melayani penerbangan internasional, Senin (1/5/2017). Garuda Indonesia jadi maskapai pertama yang melayani penerbangan rute luar negeri di terminal yang sebelumnya bernama Terminal 3 Ultimate tersebut.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Di akhir 2020, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan subsidi bagi maskapai. Subsidi itu berupa pembebasan tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) dan membuat harga jual tiket pesawat menjadi lebih murah.

Namun, di tahun 2021 subsidi tersebut belum bisa diputuskan untuk berlanjut. Otomatis harga tiket pesawat kini kembali naik menjadi normal seperti sedia kala, era terbang murah sudah berakhir.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra juga membenarkan kini pihaknya sudah kembali menjual tiket ke harga normal dengan memasukkan komponen tarif PJP2U.

"Iya kami kembali jual dengan normal," kata Irfan kepada detikcom, Senin (15/2/2021).

Sama seperti Irfan, Sekjen Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Pauline Suharno juga mengatakan kini para maskapai kembali menjual tiket dengan memasukkan komponen harga PJP2U.

"Saya cek dengan staf saya iya (maskapai kembali memasukkan komponen PJP2U)," ujar Pauline saat dihubungi detikcom.

Meski begitu, Pauline menilai kenaikan harga tiket pesawat saat ini belum terlihat secara signifikan. Menurutnya, saat ini memang merupakan waktu-waktu low season, maka maskapai pun mematok harga rendah.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Simak video 'Kemenhub Pastikan Subsidi Tiket Pesawat Lanjut Hingga 2021':

[Gambas:Video 20detik]