Asal Muasal Blitar Dikenal Sebagai Sentra Peternakan Ayam Petelur

ADVERTISEMENT

Asal Muasal Blitar Dikenal Sebagai Sentra Peternakan Ayam Petelur

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Senin, 15 Feb 2021 14:08 WIB
Para pekerja menyortir telur sesuai kualitas sebelum dikemas dalam wadah di gudang Koperasi Peternak Unggas Sejahtera, di Kecamatan Ponggok, Blitar (2/2/2021). Telur dipisah menjadi 3 kategori utama yakni kulit telur dengan coklat, krem dan putih.
Foto: Ari Saputra
Blitar -

Indonesia merupakan salah satu produsen telur ayam terbesar ke-8 dunia dengan total produksi 1,3 juta ton pada 2019 berdasar data FAO. Berbagai daerah turut berkontribusi memenuhi kebutuhan telur nasional ini, salah satunya Blitar yang kerap dijuluki sebagai sentra produk unggas.

Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar Adi Andaka, peternakan rakyat ada di Blitar sejak akhir tahun 1970-an dan berkembang hingga kini. Saat ini jumlah peternak rakyat di Blitar sekitar 7.372 peternak dan peternak skala perusahaan mencapai 436. Adapun total populasi ayam layer atau ayam ras petelur dari peternak di Blitar mencapai 22 juta ekor.

"Dari populasi ini dalam 1 hari yang bisa dihasilkan oleh peternak sebanyak 1.150-1.200 ton. Untuk skala lokal sudah termasuk berlebih. Stok ini juga digunakan untuk memasok kebutuhan di luar jawa baik itu Indonesia bagian timur atau Indonesia bagian tengah," ujarnya kepada detikcom beberapa waktu lalu saat Jelajah UMKM.

Adi menuturkan produktivitas para peternak ayam telur ini juga tidak terlepas dari letak geografis Blitar yang jauh dari perindustrian. Hal ini membuat aktivitas pertanian, perikanan hingga peternakan tumbuh subur menghidupi ekonomi warga sekitar yang mengadu nasib di bidang ini.

"Blitar ini dekat dengan pantai selatan dan jauh dari area industri sehingga masyarakatnya rata-rata bergerak di sektor pertanian, baik pertanian tanam pangan, hortikultura, peternakan, dan perikanan (semuanya) berkembang. Jadi Blitar juga kerap dikenal sebagai mutiaranya peternakan di Indonesia," ungkapnya.

Lebih lanjut, Adi menuturkan secara geografis Blitar juga dibagi menjadi dua wilayah yang dibelah oleh Sungai Brantas. Ada Blitar utama yang relatif subur karena ada dua gunung yaitu Gunung Kawi dan Gunung Kelud. Kemudian sebelah selatan wilayah yang relatif kering karena gending selatan sampai di wilayah pantai.

Berdasarkan letak geografis itulah Blitar mampu jadi penyumbang telur sebanyak 30% untuk kebutuhan nasional hingga saat ini. Sebab, warga sekitar paham betul dengan iklim Blitar sehingga mayoritas menggantungkan nasib ekonominya menjadi peternak, seperti salah satunya Ketua Koperasi Putera Blitar Sukarman.

Para pekerja melakukan perawatan rutin di peternakan ayam petelur di Blitar, Jawa Timur, (2/2/2021). Peternakan ayam petelur masih menjadi primadona untuk menopang ekonomi masyarakat Blitar di sektor pertanian. Sejarah peternakan telur di Blitar dimulai pada era 80an dan terus tumbuh hingga saat ini. (ARI SAPUTRA/detikcom)Para pekerja melakukan perawatan rutin di peternakan ayam petelur di Blitar, Jawa Timur, (2/2/2021) (Foto: Ari Saputra)

"Blitar itu sebetulnya bekas lahar Gunung Kelud, itu tanahnya luas pasir-pasir di daerah Ponggok terutama, lama-lama akhirnya peternak mulai merintis, beberapa orang bapak-bapak peternak di Blitar di antaranya bapak Agus Suyono itu sekitar tahun 87 generasi pertama," imbuh Sukarman.

Sukarman sendiri merupakan pensiunan Guru Fisika dan beralih profesi menjadi peternak ayam layer pada tahun 1996. Dia merupakan peternak generasi kedua yang kini memiliki ayam lebih dari 2.000 ekor ayam. Hasil dari peternakannya ditambah Koperasi mampu menghasilkan telur hingga 200 ton lebih per hari.

"Generasi kedua itu termasuk saya, dan sekarang sudah masuk generasi ketiga. Jadi awalnya semacam itu, karena dulu itu namanya peternak itu sangat menguntungkanlah akhirnya banyak sekali yang ikutan itu menjadi peternak (termasuk saya) hingga sekarang," jelasnya.

Sebagai informasi, dalam menggairahkan ekonomi para peternak ayam layer di Blitar ini, Bank BRI turut andil dalam memberikan bantuan permodalan usaha kepada sebagian besar peternak lewat KUR (Kredit Usaha Rakyat). Selain itu, baru-baru ini Bank BRI juga menjadikan Blitar sebagai pilot project pengembangan aplikasi Pasar Mikro. Aplikasi ini akan memudahkan peternak dalam melakukan transaksi penjualan telur langsung kepada pembeli tanpa melewati perantara transaksi (broker).

"Tujuan besarnya nanti adalah kita mampu menyediakan akses pembiayaan melalui aplikasi tersebut. Jadi misalnya saya sebagai pelaku usaha yang sudah bergabung di aplikasi tersebut, transaksi keuangan saya bisa tercermin di aplikasi tersebut dan ter-record," pungkas Pincab BRI Blitar
Yulizar Verda Febrianto.

detikcom bersama BRI mengadakan program Jelajah UMKM ke beberapa wilayah di Indonesia yang mengulas berbagai aspek kehidupan warga dan membaca potensi di daerah. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di detik.com/tag/jelajahumkmbri

(akn/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT