Terpopuler Sepekan

Saling Sahut Susi-Stafsus Sri Mulyani Soal Utang RI

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 20 Feb 2021 13:45 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberikan keterangan terkait evaluasi dan tindak lanjut penanganan ABK kapal asing di Benjina oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan. Jakarta, Rabu (8/4/2015). Kementrian Perikanan dan Kelautan akan terus mengawal kasus ABK asing di Benjina.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pembahasan utang luar negeri (ULN) Indonesia jadi pembahasan antara Mantan Menteri Kelautan & Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti dan Stafsus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo. Keduanya saling berbalas cuitan di Twitter soal ULN Indonesia.

Balas-membalas cuitan berawal ketika Susi mencuit ulang (retweet) artikel berita soal ULN RI dari sebuah media online nasional di akun Twitternya @susipudjiastuti pada Selasa, (16/2) kemarin. Berita itu mengaitkan ULN RI yang mencapai Rp 5.803 triliun dengan janji kampanye Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menekan utang pemerintah.

Susi yang melakukan retweet cuitan itu tanpa ada keterangan tambahan pun dibalas oleh Prastowo. Melalui akun Twitternya @prastow, Prastowo mengungkapkan bahwa sebetulnya utang pemerintah hanya Rp 2.970 triliun dari total ULN RI yang mencapai Rp 5.803 triliun.

Prastowo menjelaskan, total ULN merupakan akumulasi dari utang pemerintah dan swasta.

"Bu @susipudjiastuti ysh, ijin meluruskan utk pemahaman publik saja. Total ULN Rp 5. 803 T ini utang pemerintah dan swasta. ULN Pemerintah sendiri Rp 2.907 T. Kenapa oleh @kompascom semua diframing ke Jokowi? Ini yg saya maksud, bahwa perlu dicermati kl retweet tanpa cerita," cuit Yustinus, Rabu (17/2/2021).

Prastowo menyinggung soal janji kampanye yang diungkit di dalam tautan berita yang dicuit Susi. Ia mengatakan, janji itu dibuat jauh di tahun 2014 yang merupakan awal periode pertama Jokowi menjabat. Menurutnya, kondisi sekarang sudah berbeda.

Selain itu, Prastowo juga menyinggung Susi yang merupakan salah satu bagian dari pemerintahan yang dimulai sejak 2014. Menurutnya utang pemerintah juga digunakan Susi untuk pembiayaan di Kementerian Kelautan dan Perikanan saat Susi menjabat.

"Bu @susipudjiastuti , itu kan ucapan tim kampanye 2014, tentu conditional, ada penjelasannya. Ibu kan bagian pemerintahan Jokowi-JK yang berutang utk pembiayaan, trmsk membiayai program Kementerian @kkpgoid . Bantu jelasin dong Bu *saya penggemar Ibu lho," tulisnya lagi.

Kemudian Susi membalas komentar dari Prastowo. Menurut Susi justru artikel yang dia sebarkan merupakan berita yang positif bagi pemerintah. Di dalamnya juga dijelaskan dengan cukup jelas dan baik soal rincian utang luar negeri pemerintah.

Susi mengatakan, cuitannya menjadi heboh karena belakangan dirinya selalu dipandang negatif oleh warganet usai kasus cuitan hate speech.

"Pak Prastowo, artikel kompas diatas justru positif .. dan menurut saya cukup jelas dan baik. Tidak perlu lagi saya mengomentari. Tapi ada kawan2 yg brp hr ini memang antipati sm saya gara2 cuitan unfollow hate speech .. semua shared saya sudah dianggap negatif," ungkap Susi," papar Susi.

Sebagai informasi, berdasarkan data Bank Indonesia (BI), pada akhir triwulan IV-2020 ULN Indonesia mencapai US$ 417,5 miliar atau setara Rp 5.845 triliun (kurs Rp 14.000). BI menyebut angka itu tumbuh 3,5% dibanding periode yang sama tahun lalu (yoy).

Perlu diketahui, sepanjang triwulan IV-2020 ULN dari sektor publik (pemerintah dan bank sentral) mencapai US$ 209,2 miliar dan ULN dari sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar US$ 208,3 miliar.

ULN pemerintah tumbuh hingga mencapai US$ 206,4 miliar meningkat 3,3% (yoy) lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan III-2020 yang sebesar 1,6% (yoy).

(vdl/eds)